Warga Twitter Ramai-Ramai Nyatakan Dukungan Untuk Siswi SMP Potianak Korban Bully

Rabu, 10 April 2019 10:25 Reporter : Indra Cahya
Warga Twitter Ramai-Ramai Nyatakan Dukungan Untuk Siswi SMP Potianak Korban Bully Ilustrasi bullying. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Media sosial kini sedang diramaikan dengan sebuah kasus pengeroyokan yang melibatkan sejumlah siswi SMA Negeri dan swasta di kota Pontianak, dengan korban seorang siswi SMP.

Sang korban yang, ABZ (15), mengalami sejumlah luka, mengalami beberapa kali muntah, dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Diduga, pengeroyokan ABZ ini terjadi karena permasalahan teman pria. Pengeroyokan ini disebut terjadi pada 29 Maret silam.

Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat ikut mendampingi kasus ini sejak menerima laporan dari pihak keluarga dan korban pada tanggal 5 April lalu.

"Kami terima pengaduan tanggal 5 April itu dari orangtua korban serta korban ke kantor kami. Pada hari itu juga ternyata ada mediasi yang dilakukan oleh Polsek Pontianak Selatan, karena kejadiannya di wilayah hukum itu," kata Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhaya, melansir laporan khusus dari merdeka.com, Rabu (10/4).

Dengan makin meluasnya kasus ini di media sosial, warganet pun ikut meramaikan tagar #JusticeForAudrey sembari menyatakan dukungannya kepada sang korban.

"Pelecehan guru berakhir damai. Kalau kasus ini juga berakhir damai, penjara anak dibongkar saja, toh tidak berfungsi," cuit akun @dzawinur.

"Allah never sleep,
Allah love you, we're with you
Humanity is greater than status
#RipHumanity," cuit akun @junmyeonnie8.

"Yg menyuruh korban damai dgn pelaku mau kuajak duduk baik-baik terus kubilang pas di mukaknya: "Kalau Audrey itu anak kau, adik kau, saudara kau, masih sanggup kau nyuruh damai? Pelaku itu udh bunuh masa depannya sendiri dgn perbuatannya, itu yg mau kau bela?" cuit penulis buku Ika Natassa.

"Aku, kami, kita semua terluka. Mohon keadilan. Jika kata "Maaf" mampu menyelesaikan masalah semuda itu, bisakah kami mencontoh perbuatan itu dan memberlakukannya kepada si Pelaku kemudian meminta maaf saja untuk menyelesaikannya?" cuit akun @dzochra.

"Apakah kamu masih akan membiarkan gencet2an di SMP SMA sbg sesuatu yg biasa aja? Bully is bully. Then it turns criminal. Audrey dan pelaku bisa terjadi ke anak kita. Stop dari rumah msg2," cuit akun @mrshananto.

Terdapat sebuah petisi di Change.org yang juga diviralkan untuk mendukung sang korban. Petisi ini ditujukan kepada KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) serta KPPAD (Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah) Kalimantan Barat.

Ketika berita ini diturunkan, petisi ini telah ditandatangani oleh lebih dari 2.300.000 orang. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Bullying
  2. Teror Bullying Anak
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini