Viralkan Body Shaming dan Hoaks Lewat WhatsApp, Pelaku Ditangkap

Kamis, 14 Februari 2019 18:15 Reporter : Indra Cahya
Viralkan Body Shaming dan Hoaks Lewat WhatsApp, Pelaku Ditangkap Ilustrasi WhatsApp. © Deccan Chronicle

Merdeka.com - Selain menjadi platform empuk untuk memviralkan hoaks, WhatsApp juga dimanfaatkan oleh yang tidak bertanggung jawab untuk membuat viral body shaming atau ejekan bersifat fisik.

Kejadian ini berlangsung di India, tepatnya di daerah Kannur. Hal ini bermula dari sebuah foto pernikahan antara Anoop P Sebastian (29 tahun) dan Juby Joseph (27 tahun). Foto tersebut memperlihatkan kedua pengantin tengah berpose dengan keluarga dan teman-temannya.

Kemudian, foto tersebut dipublikasikan di sebuah koran lokal. Dari situlah, ledekan terhadap bentuk tubuh pengantin perempuan pun menjadi viral.

Mengutip laman News18 via Tekno Liputan6.com, Selasa (12/2/2019), foto ini rupanya dijepret dari koran kemudian menjadi viral di media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp disertai dengan pesan seksis dan menyebarkan kebohongan tentang pasangan yang tengah berbahagia itu.

Lantas, pesan apa yang sebenarnya disebarkan di WhatsApp dan medsos?

Rupanya, pesan yang dikirim bersama foto berbunyi, 'wanita dalam foto itu berusia 48 tahun, sedangkan pria berusia 25 tahun. Aset pengantin perempuan sebanyak 25 Crore Rupee (setara Rp 49,4 miliar) dan 25 Lakh Rupee (Rp 494 juta) ditambah harta lainnya.'

Sejak pesan WhatsApp tersebut viral, sang pengantin perempuan yakni Juby Joseph dibanjiri pesan yang melecehkan dari warganet yang tak dikenal di media sosial. Kebanyakan dari pesan-pesan itu bernada jahat dan mengatai penampilan fisik Juby yang dianggap gemuk.

Karena banyaknya pesan yang tak menyenangkan, pasangan inipun melaporkannya ke kepolisian.

Menurut laporan Times of India, kasus ini adalah satu kasus body shaming yang dilaporkan. Gara-gara hal ini, lima orang ditahan karena melakukan dan menyebarkan body shaming di media sosial.

Keluarga pengantin pun sama-sama tidak mengetahui siapa kelima tersangka tersebut dan tak paham alasan para tersangka menyebarkan pesan hoaks tentang pasangan ini.

Tak hanya di WhatsApp, di jejaring sosial lain pesan dengan sentimen serupa sengaja dibagikan untuk mempermalukan pengantin wanita lewat komentar-komentar bernada seksis soal berbagai aspek yang seharusnya tak dikomentari.

Sumber: Tekno Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani [idc]

Topik berita Terkait:
  1. WhatsApp
  2. Media Sosial
  3. Hoaks
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini