Usaha-Usaha Facebook Dukung Privasi Pengguna

Jumat, 30 Agustus 2019 08:53 Reporter : Merdeka
Usaha-Usaha Facebook Dukung Privasi Pengguna Ilustrasi Facebook. ©2013 Merdeka.com/sexyli.com

Merdeka.com - Privasi menjadi suatu hal yang luput menjadi perhatian masyarakat. Padahal berbagai ancaman privasi makin semarak di jaman modern ini. Aktivitas seperti penyalahgunaan data identitas, pengecekan informasi tanpa diketahui (stalking) dan eksploitasi data oleh pihak yang tidak bertanggungjawab itu nyata dan terjadi tanoa sepengetahuan pengguna.

"Ancaman utama privasi adalah orang-orang jahat yang mau mengeksploitasi sistem dan mengakses informasi yang dilindungi. Ancaman yang nenarik adalah kurangnya kesadaran. Tergantung dari latar belakang, pendidikan, budaya dan kepedulian pada privasi, mereka memiliki konsep yang lenggang akan bagaimana mereka ingin melindungi data mereka." kata Ariane Jimenez, Manajer Privasi dan Regulasi Publik Facebook Asia Pasifik, di Jakarta pada Kamis (29/8) hari ini.

Untuk membantu pengguna menangani ancaman-ancaman privasinya, Facebook telah mengusahakan berbagai upaya keamananan dan merilis fitur-fitur seputar privasi. Fitur-fitur dapat dengan mudah diakses dan dikontrol setiap pengguna melalui aplikasi Facebooknya. Melalui semua itu, Facebook mengutamakan kontrol pengguna pada data-datanya sendiri.

Usaha-usaha Facebook sentralisasi tim pengembang sektor privasi, kerja sama dengan pakar dari luar, pembatasan akses aplikasi, dan edukasi seputar privasi pada masyarakat. Satu hal yang paling ditegaskan adalah Facebook tidak menjual data pengguna.

"Kita tidak menjual data pengguna. Model bisnis kami adalah kami menjual ruang iklan kepada perusahaan dan pengiklan." tegas Ariane.

Sentralisasi tim akan membentuk kerja sama tim pengembang privasi Facebook regional dengan pusat. Ini akan mempercepat kinerja tim pengembang dalam mengunpulkan stakeholder untuk meninjau, menganalisis, dan mendokumentasi fitur-fitur privasi sebelum dirilis. Tenaga ahli yang dapat dikumpulkan juga lebih beragam.

Pembatasan akses aplikasi disini adalah pembatasan akses informasi pengguna pada aplikasi yang bisa menggunakan Facebook untuk masuk (login) atau terkoneksi dengan Facebook. Pada dasarnya Facebook hanya akan memberikan akses pada nama, gambar profil, dan email pengguna. Akses lebih akan memunculkan layar sendiri dari Facebook yang menunjukkan apa saja yang aplikasi bisa akses. Ini termasuk kontrol pengguna akses mana yang mau dimatikan atau diperbolehkan.

Facebook sendiri juga melakukan peninjauan sendiri sebelum memperbolehkan terhubung dengan Facebook. Jika aplikasi menunjukkan perilaku mencurigakan maka Facebook akan menangguhkan akses dan mengaudit lebih jauh.

"Tahun lalu kami sudah menangguhkan lebih dari 400 aplikasi, bahkan beberapa aplikasi kami larang (ban) untuk terkoneksi dengan Facebook. Ini karena pihak pengembang tidak mengijinkan kami mengaudit aplikasinya." kata Arianne.

Selain usaha, fitur-fitur keamanan yang Facebook yang telah diimplementasikan telah bermacam-macam. Fitur terbesar yang telah rilis adalah Privacy Shortcut, sebuah menu yang mendaftarkan segala yang pengguna bisa kontrol mengenai privasinya. Menu juga dirancang dengan sederhana dan jelas, memudahkan bagi setiap pengguna untuk mengakses dan megatur-atur.

Selain itu, ada fitur Access Your Information (AYI) dab Download Your Information (DYI). AYI akan mendetilkan segala yang Facebook ketahui tentang pengguna dan bisa diganti-ganti kontennya. DYI membuat pengguna bisa mengunduh data-data yang Facebook miliki seputar dirinya. Kedua fitur dirilis untuk memberikan kejelasan dan menyadarkan pengguna pada data-datanya sendiri.

Kemudian, Facebook juga akan mengimplementasikan fitur Off-Facebook Activity (OFA). Fitur ini akan mendetilkan pada pengguna data apa saja aplikasi dan situs web yang terkoneksi dengan Facebook dapat akses. Pengguna bisa dengan mudah menonaktifkan semua atau satu akses dan menghapus data pengguna yang dimiliki aplikasi dan situs web. Penghapusan atau pemutusan akses dan data dapat berpengaruh pada iklan yang diterima pengguna dalam Facebook karena pengiklan tidak bisa lagi mengetahui preferensi pengguna. Fitur ini dikatakan akan tersedia global pada awal tahun depan.

"Fitur ini akan berdampak pada Facebook secara finansial, tetapi kami tetap mengutamakan kontrol pengguna terhadap datanya." tutur Arianne.

Usaha terakhir yang dilakukan Facebook adalag edukasi. Facebook telah membentuk program bernama Facebook Cafe. Masyarakat yang hadir akan mendapatkan Privacy Checkup dan pengetahuan seputar privasi. Program akan dilaksanakan dalam suatu kafe yang disewa selama tiga hari dan telah dilakukan di beberapa negara seperti Jepang, Perancis, dan New York. Di Indonesia sendiri, Facebook Cafe akan diadakan tanggal 13-15 September mendatang di area Melawai, Jakarta.

Reporter: Joshua Michael [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Facebook
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini