Unicorn Indonesia paling banyak se-Asia Tenggara

Kamis, 22 Maret 2018 15:35 Reporter : Fauzan Jamaludin
Unicorn Indonesia paling banyak se-Asia Tenggara Ilustrasi startup. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan rintisan digital saat ini memang tengah berkembang. Berlomba-lomba menjadi unicorn di kelasnya. Ini terjadi tak hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Sebagai contoh, untuk kawasan Asia Tenggara saja, jumlah perusahaan rintisan digital dengan valuasi lebih dari USD1 miliar sudah cukup banyak.

"Jumlahnya ada sekitar 6 unicorn. Tapi ada juga yang bilang 7 unicorn," kata Pendiri East Ventures sekaligus Managing Partner East Ventures, Wilson Cuaca ketika acara kerja sama antara Sinar Mas, East Ventures, dan Yahoo Jepang di Jakarta, Kamis (22/3).

Dilanjutkannya, dari jumlah unicorn tersebut, 4 di antaranya ada di Indonesia. 4 perusahaan rintisan digital itu di antaranya Tokopedia, Go-Jek, Traveloka, dan Bukalapak. Sisanya dari luar Indonesia.

Menurut Wilson, banyaknya jumlah unicorn di Indonesia dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, membuktikan bahwa pasar negeri ini memang begitu besar. Secara tidak langsung berarti Indonesia merupakan 'lahan' penting untuk siapapun startup yang ingin menjadi unicorn.

"Kalau mau jadi unicorn harus masuk pasar Indonesia. Indonesia jadi lahan unicorn," ungkapnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa pertumbuhan pesat perusahaan rintisan digital khususnya di Indonesia, bukan lagi hanya dari sisi kuantitasnya saja. Melainkan pula, kualitas. Dengan kualitas itu, maka tidak bisa dimungkiri Indonesia punya kans untuk menambahkan jumlah unicorn baru. Terlebih, eksosistem startup sudah mulai terbangun.

"Dulu waktu Tokopedia, butuh sekitar 5 tahun lebih untuk menjadi unicorn. Go-Jek hanya butuh waktu kurang lebih 3 tahun. Ini artinya ekosistem saat ini sudah terbangun dan memungkin bisa lebih cepat muncul unicorn baru," terangnya. [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini