Twitter Diminta Blokir Akun Presiden Trump, Ada Apa?

Kamis, 3 Oktober 2019 11:26 Reporter : Indra Cahya
Twitter Diminta Blokir Akun Presiden Trump, Ada Apa? Donald Trump Twitter. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Jejaring sosial khusus mikroblog Twitter, diminta untuk memblokir akun presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal ini buntut dari deretan kicauan Trump soal anti pemakzulan dirinya terkait skandalnya dengan Presiden Ukraina.

Hal ini dilakukan oleh salah satu Senator yang juga calon Presiden AS dari Partai Demokrat, yakni Kamala Harris. Sang senator mengirim surat ke CEO Twitter Jack Dorsey.

Melansir Business Insider, Harris mengutip deretan kebijakan Twitter soal pelecehan, ancaman, dan hasutan yang mengarah pada kekerasan, yang kesemuanya dilanggar oleh Trump dalam cuitannya.

Harris juga menyebut, Trump melakukan "ancaman terang-terangan" di dalam cuitannya.

"Kicauan Presiden dan perilakunya adalah bukti dan fakta, bahwa dia menggunakan kekuatannya untuk menjatuhkan orang," tulis Kamala Harris.

1 dari 2 halaman

Twitter Tak Akan Memblokir Trump

Kepada Business Insider, juru bicara Twitter menyebut bahwa mereka telah menerima surat dari Harris dan berencana menanggapi Harris.

Namun jika melihat rekam jejak masa lalu, Twitter tak pernah mengambil tindakan soal politisi yang melanggar kebijakan Twitter.

Di kasus cuitan Trump sebelumnya, Twitter menyatakan bahwa mereka memperbolehkan politisi dengan pengikut banyak untuk tetap di Twitter "demi kepentingan publik." Bahkan cuitan bernada rasis yang pernah dicuitkan Trump disebut tidak melanggar kebijakannya.

2 dari 2 halaman

Kicauan Trump

Semua permintaan untuk Twitter menutup akun Trump, dikarenakan sebuah cuitan Trump yang seakan menarget whistleblower (pengungkap) dan pemberi informasi kasus dirinya dengan presiden Ukraina.

Selain itu, Trump juga menyebut Ketua House Intelligence Committee Adam Schiff harus ditangkap karena berkhianat pada negara.

Terlebih lagi, Trump juga menyebut bahwa pemakzulan (pencopotan) dirinya dari posisi presiden akan memicu perang sipil dan kekerasan. [idc]

Baca juga:
Twitter Down, Pengguna Keluhkan Tak Bisa Posting Gambar
Cerita di Balik Gagalnya Twitter Diakuisisi Disney
Twitter Uji Coba Fitur Sembunyikan Reply Cuitan
Bukan Facebook atau Google, ini Perusahaan Pemberi Gaji Terbesar
Akun CEO Twitter Diretas, Cuitkan Hinaan Rasis

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini