Twitter dikecam karena tak hapus cuitan 'ujaran kebencian' dari Trump

Selasa, 5 Desember 2017 11:00 Reporter : Indra Cahya
Twitter dikecam karena tak hapus cuitan 'ujaran kebencian' dari Trump Ilustrasi Twitter. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kredibilitas jejaring sosial Twitter kini sedang terpukul lagi. Bagaimana tidak, Twitter tak tanggap soal cuitan Presiden Trump yang meretweet video anti-Muslim.

Twitter lewat sang CEO, Jack Dorsey, menyebut bahwa "kami membuat alasan yang salah soal mengapa kami tak ambil tindakan terhadap video (anti Muslim yang diretweet Trump)," cuit Jack. "Kami masih melihat secara kritis pada semua kebijakan kami, dan menghargai semua saran yang masuk." tambahnya.

Sebelumnya, Twitter lewat juru bicara yang tidak disebut namanya, menyebut bahwa "mungkin ada kesempatan langka ketika kita harus membiarkan konten atau perilaku kontroversial yang mungkin dapat merugikan kita, untuk tetap pada layanan kami (Twitter), karena kami yakin ada kepentingan publik yang sah akan adanya orang tersebut." Dalam hal ini, tersirat bahwa presiden tidak akan bisa dihapus cuitannya karena ia adalah "pembawa kepentingan publik."

Hal ini diperburuk dengan dua cuitan dari akun resmi @Twittersafety, yang menyebut bahwa "video tersebut diizinkan di Twitter berdasarkan kebijakan media Twitter saat ini."

Hal ini dikecam habis oleh netizen, disebut bahwa Twitter justru mempromosikan kebencian terhadap kaum termarjinal. Terlebih lagi alasan bahwa setiap video diizinkan tetap ada di platform, hanya dengan sebuah peringatan bahwa video tersebut mengandung konten bahaya.

Bagaimana menurut Anda? [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini