Twitter Bakal Labeli Cuitan Hoax Soal Covid-19

Senin, 18 Mei 2020 20:11 Reporter : Indra Cahya
Twitter Bakal Labeli Cuitan Hoax Soal Covid-19 Ilustrasi Twitter. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Twitter baru saja mengumumkan salah satu metode besutannya untuk memberantas cuitan hoax atau menyesatkan soal Covid-19. Kali ini, situs microblogging itu melakukannya dengan memanfaatkan fitur Labels.

Sebagai informasi, Labels pertama kali diperkenalkan pada awal tahun ini. Lewat fitur Labels, Twitter menandai kicauan berisi informasi yang dibuat-buat atau manipulatif, sehingga menimbulkan disinformasi dan dapat menyesatkan.

Kini fitur itu diperluas untuk kicauan yang membahas Covid-19. Jadi, seperti melansir dari blog Twitter yang dikutip Tekno Liputan6.com, twit berisi informasi menyesatkan soal Covid-19 akan ditandai dengan label khusus.

Label itu berisi tautan ke laman kurasi Twitter atau sumber tepercaya lainnya yang memiliki informasi mengenai isi kicauan tersebut.

Twitter membagi konten menyesatkan soal Covid-19 dalam tiga kategori, yakni misleading information, disputed claims, dan unverified claims. Tiap konten nantinya akan mendapatkan tindakan berbeda tergantung pada kategorinya.

1 dari 1 halaman

Sebagai informasi, tindakan paling tegas diberikan untuk konten dengan kategori misleading information, sebab ia tidak hanya diberi label, tetapi juga dapat disingkirkan dari Twitter.

"Kami akan terus memperkenalkan pelabelan baru agar sesuai dengan konteks sejumlah klaim atau rumor yang belum terverifikasi," kata Public Policy Manager Twitter Nick Pickle dan Head of Site Integrity Twitter Yoel Roth.

Label juga berlaku untuk twit yang diunggah sebelum penerapan fitur ini. Upaya pendeteksian twit menyesatkan dilakukan Twitter dengan memantau proaktif konten yang berhubungan dengan Covid-19.

Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan rekanan terpercaya untuk mengidentifikasi konten yang dapat berdampak juga di kehidupan offline.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustinus Mario Damar [idc]

Baca juga:
Video Call WhatsApp Segera Dukung Hingga 50 Orang?
Cara Jitu Daihatsu Ingin Dekat dengan Pelanggannya saat Pandemi
Istri Berulah di Media Sosial, Seorang Prajurit TNI AD Ditahan 14 Hari
Facebook Akuisisi Giphy Rogoh Kocek Rp 5 Triliun
TikTok Dianggap Tidak Lindungi Pengguna Di Bawah Umur, Mengapa?
Mulai Sekarang, Live Stream di Instagram Bisa Diunggah ke IGTV
Prancis Terbitkan Undang-undang Baru Tangani Ujaran Kebencian

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Media Sosial
  3. Twitter
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini