Tokopedia ajari puluhan perempuan penghuni lapas bangun usaha

Selasa, 7 Februari 2017 08:56 Reporter : Fauzan Jamaludin
Tokopedia ajari puluhan perempuan penghuni lapas bangun usaha Tokopedia bina warga binaan lapas. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Tokopedia, bekerja sama dengan Yayasan Tangan Pengharapan, kembali mendatangi warga binaan lembaga pemasyarakatan atau lapas untuk melakukan sosialisasi pemanfaatan internet dalam berbisnis online. Jika pada bulan lalu sosialisasi diberikan di Lapas Kelas II A Salemba khusus laki-laki, kali ini (2/2/2017) di Lapas Kelas II A Pondok Bambu khusus perempuan.

"Kami percaya siapa saja---tidak terkecuali warga binaan lapas---bisa merealisasikan mimpinya untuk membangun usaha, dimulai dari Tokopedia. Ada banyak perempuan hebat di sini. Mereka sangat siap dengan produk bernilai jual. Tinggal bagaimana memasarkannya," kata Communications Lead Tokopedia Siti Fauziah dalam keterangan resminya, belum lama ini.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Pondok Bambu Ika Yusanti pun mengapresiasi langkah Tokopedia.

"Umumnya, mantan warga binaan sulit mendapatkan pekerjaan. Namun melalui Tokopedia, mereka tidak perlu membuat CV maupun surat lamaran, serta surat kelakuan baik untuk memulai dan membangun bisnis. Hal ini tentu akan sangat membantu mereka mendapatkan penghidupan," jelas Ika.

Salah satu warga binaan yang mengikuti sosialisasi ini berpendapat, "Kami di sini sudah diberikan pelatihan keterampilan dan memiliki produk-produk buatan tangan kami sendiri, mulai dari handicraft, fesyen dan aksesoris, hingga makanan kering. Di sisi lain, kami memang sangat membutuhkan informasi mengenai media pemasaran yang lebih efektif."

Yayasan Tangan Pengharapan melalui Educational Project Managernya Jean O. Christensen berharap kegiatan ini memiliki keberlanjutan hingga benar-benar memberikan dampak bagi pesertanya.

"Sosialisasi seperti ini diharapkan bisa mewujudkan kemandirian para warga binaan saat nantinya mereka bebas. Mereka bisa menjadi wirausaha, bekerja dari rumah. Semua dimulai dari Tokopedia," tutup Jean. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. E Commerce
  2. Tokopedia
  3. Digital Startup
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini