TKDN jadi angin segar pengembang aplikasi lokal

Selasa, 16 Agustus 2016 15:34 Reporter : Fauzan Jamaludin
TKDN jadi angin segar pengembang aplikasi lokal Yansen Kamto dan Chief Editor Siapp, Firman Nugraha. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) diharapkan dapat membuat developer lokal bersaing dan memiliki kualitas yang hampir sama dengan developer internasional untuk memenuhi komponen lokal ponsel 4G LTE. Nantinya, seluruh vendor wajib menerapkan 70 persen aplikasi buatan lokal jika produsen memilih melakukan investasi software untuk memenuhi TKDN.

Hal ini menjadi angin segar bagi aplikasi lokal yang masih kalah bersaing dengan aplikasi global dalam jumlah download. Jika mengacu pada peringkat download di top chart Google Play Store, tercatat hanya ada tiga aplikasi asli buatan lokal Tokopedia, Go-Jek dan Tebak Gambar di peringkat 50 besar (Data Google Play Agustus 2016). Banyak aplikasi lokal yang hadir dengan fitur bagus dan mampu memberikan solusi, tapi masih membutuhkan publikasi lebih agar bisa diketahui masyarakat.

Berdasarkan data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia yang dirilis awal tahun 2016, pengguna Internet di Indonesia setiap tahunnya memberikan sumbangan pemasukan rata-rata sekitar Rp14 triliun kepada aplikasi global. Sebagai contoh Facebook mampu meraup US$ 500 juta, Twitter US$ 180 juta dan Linkedin USD90 juta.

Untuk itu, Siapp! hadir untuk membantu aplikasi lokal lebih dikenal publik dengan memberikan review objektif yang dilakukan oleh beberapa expert reviewer. Para reviewer ini memberikan opini yang bisa dipertanggungjawabkan serta penilaian secara komprehensif agar publik mengetahui kelebihan serta kekurangan aplikasi lokal yang mereka amati. Siapp! tidak malu-malu untuk mengkritik, tapi konstruktif memberikan saran sesuai keahlian yang dimiliki.

Siapp! akan menilai aplikasi lokal berdasarkan tiga aspek yaitu desain, usability serta feature. Nantinya proses penilaian tidak hanya berasal dari reviewer pilihan saja, tapi juga dari publik yang menggunakan aplikasi lokal tersebut. Selain me-review, Siapp! juga akan memberikan berita terkini agar publik bisa mengetahui perkembangan aplikasi lokal maupun global.

"Siapp! percaya pada kekuatan aplikasi untuk tingkatkan manfaat dari gadget. Siapp! dirancang jadi app discovery platform untuk membantu developer agar aplikasinya ditemukan user. Review dilakukan oleh expert reviewer dan user reviewer karena keduanya bisa memberikan review dengan sudut pandang berbeda," ujar Firman Nugraha, Chief Editor Siapp! di Jakarta.

Dikatakannya, hadirnya Siapp! diharapkan mampu memberikan masukan positif kepada developer Indonesia untuk menciptakan aplikasi lokal berkualitas agar publik mau mengunduh aplikasi yang di-review sehingga aplikasi lokal bisa bersaing dengan aplikasi global. Siapp! bisa diakses di Siapp.id. Dan sejauh ini sudah ada 90 aplikasi buatan lokal yang diberi penilaian oleh expert reviewer Siapp!. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. TKDN
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini