TikTok Hapus 49 Juta Konten Video Pornografi

Jumat, 31 Juli 2020 13:10 Reporter : Indra Cahya
TikTok Hapus 49 Juta Konten Video Pornografi Ilustrasi TikTok. ©Reuters

Merdeka.com - Platform video pendek TikTok menghapus lebih dari 49 juta video dari pengguna di seluruh dunia selama paruh kedua 2019.

Perusahaan yang berbasis di Tiongkok tersebut mengungkapkan hal tersebut dalam laporan transparansi yang dirilis baru-baru ini.

TikTok mengatakan jutaan video itu ditarik karena melanggar pedoman komunitas aplikasi atau persyaratan layanan. Demikian seperti dikutip dari The Verge via Tekno Liputan6.com.

Pada Desember lalu, TikTok mengatakan seperempat dari penghapusan konten memuat unsur pornografi 'ketelanjangan orang dewasa dan kegiatan seksual'.

Seperempat dari video itu juga dihapus karena menampilkan perilaku berbahaya atau ilegal seperti penggunaan narkoba. Sementara pelecehan dan ujaran kebencian, masing-masing hanya 3 persen dan 1 persen dari total video.

Lebih dari 16 juta video yang ditarik berasal dari pengguna TikTok di India. Pasar terbesar kedua untuk video yang ditarik adalah Amerika Serikat, dengan 4,6 juta video.

1 dari 2 halaman

Perbandingan Dengan Youtube

Ini adalah jumlah yang sangat besar bila dibandingkan dengan YouTube, di mana platform video tersebut melaporkan telah menghapus sekitar 14,7 juta video selama periode waktu yang sama pada 2019.

Amerika Serikat dan India juga merupakan pasar teratas YouTube untuk penghapusan video.

Penghapusan video TikTok umumnya tidak berasal dari permintaan pemerintah atau keluhan hak cipta.

TikTok mengatakan hanya menerima sekitar 1.300 permintaan penghapusan hak cipta dan 45 permintaan penghapusan pemerintah (kebanyakan dari India), dan tidak semuanya dituruti perusahaan.

2 dari 2 halaman

Bagaimana Dengan Tiongkok?

Seperti paruh pertama 2019, laporan tersebut mengindikasikan bahwa TikTok tidak menerima permintaan penghapusan atau permintaan informasi pengguna dari Tiongkok, tempat perusahaan induknya, Bytedance, bernaung.

"Kami tidak dan belum menghapus konten apa pun atas permintaan pemerintah Tiongkok, dan kami pun tidak akan melakukannya jika diminta," kata juru bicara TikTok kepada The Verge.

Juru bicara itu juga mengatakan "TikTok tidak pernah memberikan data pengguna kepada pemerintah Tiongkok, dan kami juga tidak akan melakukannya jika diminta."

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Iskandar [idc]

Baca juga:
Unair Bakal Sanksi Pelaku Fetish Jarik Modus Riset yang Viral di Medsos
Facebook Diduga Kucurkan Dana Besar ke Kreator Untuk Kalahkan TikTok
Twitter Akan Blokir Tautan Ujaran Kebencian dan Kekerasan
Facebook Messenger Segera Bisa Terhubung Dengan WhatsApp?
Kontraktor Twitter Diduga Lakukan Penyalahgunaan dan Pelanggaran Privasi
Instagram Uji Coba Fitur Donasi Personal
Mengenal FOMO atau Fear of Missing Out, Ketahui Cara Mengatasinya

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Media Sosial
  3. Tik Tok
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini