Tik Tok bakal komitmen dengan aturan pemerintah Indonesia

Kamis, 12 Juli 2018 11:48 Reporter : Fauzan Jamaludin
Tik Tok bakal komitmen dengan aturan pemerintah Indonesia Aplikasi Tik Tok. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Tik Tok hari ini mengumumkan bahwa mereka sedang menjajaki kesempatan untuk bekerjasama dengan sejumlah pemangku kepentingan di Indonesia seperti institusi pemerintah, organisasi masyarakat dan berbagai pihak lainnya untuk membuat gagasan dan program-program yang fokus pada pengembangan dunia digital, pemberdayaan wanita, perlindungan anak dan kejahatan siber.

Melalui gagasan ini, Tik Tok akan merancang lebih banyak program dan kesempatan bagi pembuat konten untuk mengembangkan kreativitas mereka yang dapat memberikan dampak kepada komunitas dan mendistribusi lebih banyak konten edukasi digital.

Menurut CEO Tik Tok Indonesia mengatakan, Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Tik Tok. Oleh sebab itu, pihaknya akan berusaha mengurangi kesenjangan digital serta memfasilitasi topik-topik penting untuk pengembangan industri internet.

"Kami berada di Indonesia untuk jangka waktu panjang," jelasnya melalui keterangan persnya, Kamis (12/7).

Tik Tok telah mengambil tindakan untuk memperkuat proses moderasi konten dan akan menerapkan teknologi yang diperlukan untuk memastikan adanya keamanan bagi para pengguna.

Materi-materi mengenai bimbingan orang tua dan panduan bagi komunitas telah diperbarui untuk membuat lingkungan platform yang lebih positif. Tik Tok juga akan tetap bekerjasama dengan regulator dan organisasi-organiasi terkait secara lebih erat dengan memastikan keamanan konten dan mempromosikan konten yang bersifat edukatif.

"Tik Tok akan terus melakukan investasinya di Indonesia dengan merekrut tenaga dan talenta lokal agar menjadi bagian dari tim kami untuk pertumbuhan dan pengembangan di masa depan," ungkap dia.

Sebelumnya pada 3 Juli lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memblokir layanan video pendek ini. Pemblokiran itu disebabkan aplikasi dari China ini tak bisa memfilter konten-konten yang diunggah oleh penggunanya. Rata-rata konten yang disuguhkan merupakan konten negatif.

Setelah dilakukan pemblokiran, manajemen Tik Tok pun akhirnya mengunjungi Kemkominfo untuk melakukan diskusi. Pada kesempatan itu, Kemkominfo juga meminta agar Tik Tok membersihkan seluruh konten-konten negatif bila ingin penutupan aksesnya dibuka. Alhasil, tak butuh waktu yang lama, Tik Tok pun menaati aturan dari pemerintah. Imbasnya adalah aplikasi tersebut kini sudah bisa diakses. [ega]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini