The NextDev Telkomsel memasuki tahap penggemblengan

Sabtu, 19 September 2015 12:38 Reporter : Fauzan Jamaludin
The NextDev Telkomsel memasuki tahap penggemblengan Boot Camp. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Program kompetisi Telkomsel ‘The NextDev’, kini memasuki fase ‘Boot Camp’ yang akan diikuti oleh 20 besar finalis selama tiga hari di Jakarta.

Pada fase ini para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan yang akan memperkaya mereka sebagai startups/developer, di antaranya berupa Workshop, One on One Mentoring and Coaching, Training mengenai Presentation Skill, serta finalisasi UI/UX (User Interface/User Experience).

“Dengan diselenggarakan Boot Camp ini, kami berharap ke 20 finalis The NextDev akan memiliki pengetahuan tentang business model yang ingin dikembangkan, trend dari industri aplikasi mobile saat ini, branding, go to market strategy, kesempatan untuk scaling, serta apa yang menjadi harapan dari market dan investor sehingga dapat menghasilkan aplikasi yang ready to sell," ungkap Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati.

Beberapa nama yang akan ikut serta sebagai mentor atau coach pada 'NextDev Boot Camp' adalah Yansen Kamto (CEO Kibar Kreasi), Vina Serlina (Senior User Experience Expert BliBli Management), Andreas Sandjaja (CEO Badr Interactive), Ivan C. Permana (Vice President Technology & System Telkomsel), Iwan Setiawan (Chief Khowledge Officer MarkPlus) dan Dian Wulandari (CEO Marketeers).

“Fase Boot Camp menjadi sangat penting dalam rangkaian program The NextDev, karena pada fase ini seluruh finalis akan dibekali dengan berbagai pengetahuan yang akan menunjang dalam memasarkan produk mereka," papar Adita.

Setelah menjaring lebih dari 400 aplikasi solusi perkotaan di tahap awal, program The NextDev berhasil mendapatkan sebanyak 20 finalis yang akan bersaing di putaran final.

Ke-20 finalis tersebut ditantang untuk menuangkan kreativitasnya pada enam sub tema yang telah ditetapkan yaitu e-Education (pendidikan), e-Government (pemerintahan), e-Transportation (transportasi), e-Tourism (pariwisata), e-Health (kesehatan) dan e-UKM (UKM).

“Aplikasi-aplikasi yang masuk ke 20 besar finalis memiliki keunikan masing-masing karena dikembangkan berdasarkan permasalahan nyata di tiap kota, namun kami meyakini bahwa aplikasi ini pun dapat diduplikasi untuk diterapkan di kota lain dan memberikan kemanfaatan seluas-luasnya”, jelas Adita. [lar]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini