The NextDev 2018: Talent Scouting Semarang - Tumbas.in

Rabu, 6 Juni 2018 10:11 Reporter : Dwi Ariyani
The NextDev 2018: Talent Scouting Semarang - Tumbas.in The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang Tumbasin. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Tahapan Pitch Deck The NextDev 2018 Talent Scouting semarang sudah selesai digelar dan menghasilkan tiga startup terbaik dari 20 finalis. Ketiga startup yang dinilai memiliki konsep matang, memiliki dampak sosial, dan unik ini akan kembali berkompetisi di Final Pitching yang akan diadakan di Jakarta, akhir Oktober mendatang. Salah satu startup terpilih yang menarik perhatian adalah Tumbas.in.

Bukan hanya namanya yang unik karena diambil dari bahasa Jawa, ‘tumbas’ atau beli, tapi juga ide yang melatarbelakangi pembuatan startup dan tujuannya.

Dibesut Bayu Mahendra Saubig

Tumbas.in merupakan e-commerce besutan Bayu Mahendra Saubig dan 4 orang temannya, yaitu Muhammad Fu’ad Hasbi, Faozi, Tri Asworo Mituhu, dan Ade Rizky Prasojo. Ide mendirikan Tumbas.in pada April 2017 muncul setelah melihat para pedagang tradisional yang kesulitan memasarkan produknya, terutama di tengah serbuan pasar modern. Di saat yang bersamaan, warga di kota besar, seperti Semarang, juga membutuhkan solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Fungsi dan Sistem Kerja

Aplikasi Tumbas.in yang bisa diunduh dari Playstore ini merupakan layanan beli dan antar barang-barang yang dijual di pasar tradisional. Pengguna cukup melakukan pemesanan tanpa dibatasi minimal pembelian lewat aplikasi di Android.

the nextdev 2018 talent scouting semarang tumbasin

The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang Tumbasin ©2018 Merdeka.com

Nantinya shopper atau agen yang tersebar di 5 pasar di Semarang akan langsung membelanjakan produk yang dipesan. Barang belanjaan akan dikemas rapi dan diantar oleh kurir maksimal dua jam setelah pemesanan dan dibayar langsung di tempat. Selain produknya dijamin segar, harganya pun sesuai harga pasar, bahkan bisa dibantu untuk menawar sehingga belanja makin ringan.

Keberhasilan Tumbas.in

Sejak beroperasi di bulan April 2017, Tumbas.in sudah diunduh lebih dari lima ribu kali dan menggandeng 40 pedagang dari 5 pasar tradisional di Semarang. Untuk menjamin kelancaran usahanya, komisi 10-20 persen yang diambil oleh Tumbas.in berasal dari setiap transaksi dan tidak dibebankan pada konsumen. Selain itu, pemasukannya juga berasal dari margin harga beberapa barang sembako seperti beras, telur, minyak, gula, tepung, dan susu.

Kesan Dari The NextDev 2018

Untuk saat ini, Tumbas.in masih fokus melayani pelanggan di Semarang. Namun startup besutan 5 anak muda Semarang ini ingin memperluas cakupannya ke wilayah Jawa Tengah hingga seluruh Indonesia. Salah satunya dengan mengikuti kompetisi The NextDev.
Keberhasilannya untuk menjadi finalis The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang, membuat mimpi ini selangkah lebih dekat.

Bukan hanya namanya yang kian dikenal tapi juga mendapat bekal ilmu untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari menjaga kualitas barang, menghadapi kecurangan yang bisa dilakukan para pedagang, hingga mengatasi biaya pengiriman jika pengguna aplikasi ini semakin banyak.

Kini, tidak perlu repot lagi belanja kebutuhan rumah tangga sehari-hari, cukup klik di sini untuk mendapatkan solusi praktis, sekaligus membantu perekonomian masyarakat bersama Tumbas.in.

Punya ide startup yang unik sekaligus memiliki social impact? Masih ada waktu untuk submit ide terbaikmu di kota berikutnya, yaitu Denpasar di bulan Juni, Batam di bulan Juli, Samarinda di bilan Agustus, Yogyakarta di bulan September, dan puncaknya di Jakarta pada Oktober mendatang. Jangan ragu, submit idemu ke The NextDev 2018 sekarang juga! [aik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. The NextDev
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini