The NextDev 2018: Talent Scouting Semarang - Nyanggar.id

Kamis, 7 Juni 2018 10:00 Reporter : Dwi Ariyani
The NextDev 2018: Talent Scouting Semarang - Nyanggar.id The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang Nyanggarid. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketika sebuah negara yang dianggap sangat menghargai nilai-nilai luhur ternyata justru memiliki masalah untuk melestarikan budayanya, apa yang terjadi? Tak perlu jauh-jauh mencari alasan ke negeri tetangga. Di Indonesia sendiri banyak problem yang berkaitan dengan bagaimana para generasinya bisa terus mewariskan kekayaan budaya kepada anak-cucu mereka. Salah satunya adalah semakin sulitnya para seniman tari tradisional untuk menemukan ladang pekerjaan mereka.

Tapi ada secercah harapan di balik semakin membuncahnya kekecewaan. Muncul sebuah ide bernama Nyanggar.id di tengah-tengah serunya kompetisi The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang.

Didirikan oleh Minhajul Mubarok

Adalah seorang pemuda yang begitu cinta dengan teknologi dan kreativitas, Moh. Minhajul Mubarok. Lelaki kelahiran 6 April 1998 ini memang sangat tertarik dengan dunia komputer dan industri kreatif. Berangkat dari keluhan seorang teman dari jurusan Seni Tari, tentang kebingungannya dengan masa depan kalau sudah lulus nanti, Minhajul Mubarok pun akhirnya memberanikan diri mendirikan Nyanggar.id.

Minhajul Mubarok dan teknologi seperti dua hal yang tak terpisahkan. Sejak masih remaja, tepatnya saat menuntut ilmu di SMKN 1 Rembang, dia sudah sering mengikuti kompetisi-kompetisi di bidang pemrograman. Salah satunya adalah kompetisi Lomba Keterampilan Mahasiswa bidang lomba Web Design.

Kini Minhajul Mubarok aktif sebagai mahasiswa semester empat di Universitas Negeri Semarang, dengan mengambil jurusan Ilmu Komputer. Selain aktif mengikuti lomba-lomba, dia juga menjadi ketua dari Informatic Research and Creatif Technology (I-Secret).

Digital Marketing untuk Seni Tari

Dari kebingungan tersebut, Rizki Danang memiliki ide untuk memudahkan para pelaku seni tari di Indonesia agar bisa lebih mudah terhubung dengan konsumen. Begitu juga sebaliknya, masyarakat yang membutuhkan para seniman juga tak lagi sulit untuk mendapatkan jasa mereka, seperti les tari atau untuk pertunjukan.

Demi Kesejahteraan Pekerja Seni Tari

Berangkat dari studi dan keluhan para penari tradisional yang kian tenggelam, sang founder, Moh. Minhajul Mubarok punya ide memanfaatkan teknologi digital marketing untuk menghubungkan antara konsumen dan para penari tradisional. Tujuannya agar kesejahteraan para penari di jaman sekarang semakin terjamin. Agar tidak ada lagi kekhawatiran seperti sulit dapat pekerjaan dan lain-lainnya, sekaligus melestarikan kebudayaan Indonesia.

Masih Tahap Ide

Saat dipresentasikan di depan para juri The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang, Nyanggar.id masih berupa konsep ide, atau idea stage, belum sampai pada tahap prototype stage seperti startup-startup lainnya. Tapi setidaknya ide Nyanggar.id memberikan sebuah harapan baru bagi para seniman tradisional. Ke depan, Nyanggar.id berharap agar The NextDev menjadi wadah bagi startup-startup yang dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Indonesia.

Memiliki ide atau karya yang bisa membawa dampak sosial bagi masyarakat? Jangan ragu untuk mengikuti TheNextDev 2018. Masih ada waktu bagi para startup atau calon startup Indonesia untuk submit ide dan karya karena program Talent Scouting masih akan berlanjut di beberapa kota besar. Mulai dari Denpasar, di bulan Juni 2018. Disusul Batam (Juli), Samarinda (Agustus), Jogjakarta (September), dan Jakarta sebagai gelaran pamungkasnya, Oktober 2018 nanti.

Sambil submit karyamu, jangan lupa beri dukungan untuk Nyanggar.id dengan mengunjungi situs resminya. [aik]

Topik berita Terkait:
  1. The NextDev
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini