Tersandung kasus, Twitter dilaporkan hapus cuitan Rusia soal Pemilu AS

Senin, 16 Oktober 2017 08:39 Reporter : Indra Cahya
Tersandung kasus, Twitter dilaporkan hapus cuitan Rusia soal Pemilu AS Ilustrasi Twitter. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Twitter telah menghapus berbagai tweet-tweet penting merupakan kunci untuk menginvestigasi dugaan manipulasi Pemilu AS 2016 oleh Rusia. Laporan ini dimuat oleh Politico, di mana mereka menyebut bahwa campur tangan Rusia memang lebih banyak di ranah media sosial.

Menurut pihak yang berwajib, Twitter tidak dapat atau tidak mau menerima "jumlah substansial" cuitan dari bot dan pengguna palsu yang menyebarkan informasi tidak tepat. Para pengguna tersebut, diduga terlibat dengan Rusia dan cuitan tersebut telah terhapus.

Cuitan yang hilang tersebut nampaknya merupakan korban kebijakan privasi Twitter, yang menyatakan bahwa saat sebuah akun menghapus tweet, tweet tersebut akan dihapus secara permanen dari server Twitter setelah 30 hari secara otomatis. Setelah pemegang akun yang menyebarkan narasi pro-Trump serta Anti Hillary Clinton secara berlebihan dan tak benar, tweet tersebut dihapus dan terhapus secara permanen dari server Twitter.

Hal ini tak hanya terjadi di berbagai cuitan kontroversial, namun ke semua tweet. Berdasarkan pedoman untuk penegakan hukum, penghapusan konten oleh pengguna akun tak akan bisa diakses lagi.

Melalui wawancara juru bicara Twitter kepada Mashable, Twitter punya kebijakan keras terhadap hal tersebut, demi melindungi privasi pengguna. Meski demikian, Twitter bersedia bekerja sama dengan para penyelidik untuk mengakomodir apapun yang dibutuhkan. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Twitter
  3. Media Sosial
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini