Ternyata begini geliat produsen Hp asal China dalam ambisi menguasai pasar dunia

Sabtu, 7 April 2018 04:08 Reporter : Yoga Tri Priyanto
Ternyata begini geliat produsen Hp asal China dalam ambisi menguasai pasar dunia Produsen smartphone China. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Merek-merek smartphone terbesar di China tampaknya sedang mempersiapkan dorongan besar di wilayah-wilayah luar negeri. Perusahan seperti Huawei tidak lagi merahasiakan rencananya untuk suatu hari nanti menjadi produsen smartphone terbesar di seluruh dunia.

Sementara itu, pesaingnya seperti OPPO, Vivo, dan Xiaomi juga mengejar volume pengiriman yang lebih besar. Dan, menurut sumber dari DigiTimes (5/4), tampaknya pasar luar negeri adalah kunci untuk semua strategi pertumbuhan merek pada tahun 2018.

Apakah itu benar? Dari sekian banyak produsen smartphone yang berasal dari China, ini adalah rencana dan peluang mereka untuk merajai jagad smartphone dunia.

Kita akan memulai dari Xiaomi. Merek satu ini diharapkan untuk fokus di India. Meskipun pasar negara berkembang Xiaomi lainnya juga akan menjadi pusat strategi mereka. Bahkan pengiriman mereka mencapai 125 sampai 150 juta. Indonesia menjadi salah satu target Xiaomi dalam perjalanan mereka menguasai pasar smartphone dunia.

Selain itu, sejumlah perangkat premium Xiaomi juga dilaporkan dalam proses pembuatan dengan harapan meningkatkan citra perusahaan secara keseluruhan.

Dari Xiaomi kita pindah ke OPPO dan Vivo. Keduanya baru-baru ini mengalami pertumbuhan yang bisa dibilang lambat secara global. Untuk mengatasi hal tersebut, keduanya ditetapkan untuk menargetkan pasar negara berkembang sepanjang sisa tahun 2018. Tentu saja dengan jumlah smartphone yang berfokus pada anggaran dan AI yang di ditetapkan untuk memulai pengiriman pada kuartal ini.

Selain OPPO, Vivo, dan Xiaomi, yang paling siap dan kuat dalam menguasai pasar smarthphone dari kelompok produsen ini adalah Huawei. Perusahaan ini mampu mengirimkan total 153 juta perangkat pada tahun 2017 lalu. Dan hal tersebut sukses menempatkan Huawei di bawah Apple dalam hal volume pengiriman.

Menurut sumber internal, bagaimana pun, Huawei dikatakan bertujuan untuk pengirimkan 200 juta perangakt smartphone di tahun 2018. Tujuan jelas, menyalip Apple. Senjata terbaru Huawei adalah P20 yang bulan lalu dirilis dengan kecerdasan buatan serta kemampuan fotografi yang sangat 'menakutkan'. Hal itu diharapkan dapat memainkan peran utama dalam memenangkan hati para pelanggan.

Tak ada gading yang tak retak. Di balik kesuksesan Huawei, perusahaan tersebut baru-baru ini mengalami kemunduran besar di pasar Amerika Serikat. Kesepakatan awal dengan AT&T untuk menawarkan smartphone mereka jatuh pada menit-menit terakhir lantaran tekanan politik. Tanpa akses yang mudah ke konsumen AS, itu akan tetap terlihat jika perusahaan dapat berhasil mencapai target pengirimannya. Namun demikian, jika semua strategi berjalan sesuai rencana, jangan terlalu lama. Sebelum kompetitor seperti Xiaomi, OPPO, dan Vivo yang lebih dulu menguasai dunia. Bukan hanya di China saja.

Sebentar lagi pasar smartphone akan semakin beragam. Tidak hanya didominasi oleh Samsung dan Apple saja. Namun perusahaan-perusahaan China yang menawarkan produk lebih murah namun spesifikasinya bisa bersaing. Tak perlu jauh-jauh, di Indonesia sendiri yang merupakan negara berkembang cenderung membeli smartphone yang ramah di kantong. Banyak orang yang beranggapan bahwa smartphone apa saja yang penting dapat digunakan, tak peduli fitur canggih. Yang jelas, di Indonesia masih kuat paradigma seperti itu. Dan pemikiran seperti itu yang akan dimanfaatkan oleh para produsen smartphone murah meraup untung. [ega]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini