Tegas, PANDI matikan domain web porno dan judi

Selasa, 9 Desember 2014 18:23 Reporter : Yoga Tri Priyanto
Konten Pornografi di internet. ©2014 Alami

Merdeka.com - Sebuah tindakan tegas baru-baru ini dilakukan oleh Pengelola nama Domain internet Indonesia (PANDI) kepada situs yang dianggap melanggar ketentuan. Dalam seminggu terakhir, PANDI telah mematikan sementara atau melakukan suspend pada dua domain .ID yang digunakan sebagai web porno dan diduga melakukan perjudian.

Tindakan ini dilakukan usai PANDI mendapat aduan dari masyarakat tentang situs tersebut. Pada Senin (1/12), PANDI menerima laporan dari akun Twitter @cuaknet yang mengungkapkan bahwa domain tvstreaming .web.id digunakan untuk pornografi. Usai dilakukan pengecekan, ternyata web tersebut memang berisi kumpulan foto perempuan Indonesia tanpa busana.

"Minggu lalu kami berturut-turut menerima aduan yang dikirimkan dengan melakukan mention ke akun twitter kami, @PANDI_ID," ujar Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo, dalam press release yang diterima merdeka.com (9/12).

Temuan tersebut lantas dilaporkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Direktorat Keamanan Informasi kementrian Kominfo RI. Usai itu PANDI memberlakukan suspend kepada situs tersebut dengan cara mengarahkan nama domain tersebut ke laman http://pelanggaran.pandi.id.

Tiga hari kemudian, pada 4 Desember malam, sekitar pukul 19.00 WIB, PANDI menerima aduan dari akun twitter yang sama. Kali ini @cuaknet melaporkan domain agenbola.id. Kali ini, @cuaknet juga menyebut akun pakar internet Onno W Purbo, @onnowpurbo. Saat di-RT oleh akun Onno yang memiliki lebih dari 200 ribu pengikut, beritanya pun menyebar hingga dimuat di beberapa media Online.

Sama seperti kasus tvstreaming.web.id, begitu menerima aduan PANDI langsung melakukan pengecekan. "Memang jelas dari tampilannya dapat diduga domain agenbola.id ini digunakan untuk judi online," ujar Sigit.

Esok harinya, PANDI kembali melakukan pelaporan ke PPNS Kominfo. Setelah melapor, PANDI tidak langsung melakukan suspend karena pembuktian untuk kasus judi memang tidak semudah pembuktian pada kasus pornografi.

"Atas saran PPNS Kominfo, kami mengirimkan email peringatan terlebih dahulu kepada pengguna nama domain tersebut. Karena sampai batas waktu yang ditentukan hari ini tidak ada respon sama sekali, maka kami lakukan suspend," jelas Sigit.

Sigit mengatakan, PANDI akan selalu tegas pada pengguna domain .ID yang melakukan penyalahgunaan. "Kami harus menjaga domain .ID tetap terpercaya dan tidak digunakan untuk web yang melanggar hukum Indonesia. Domain .ID tidak boleh digunakan untuk pornografi, judi, penipuan, dan pelanggaran hukum lainnya," kata dosen Ilmu Komunikasi ini.

Sebelumnya, PANDI juga berapa kali melakukan suspend pada domain-domain yang digunakan untuk melanggar hukum, mulai dari pornografi hingga menjual obat tanpa izin. Sigit mengatakan, PANDI mengapresiasi masyarakat yang melaporkan tindakan penyalahgunaan domain .ID. "Masyarakat yang ingin melapor bisa mengirimkan email ke abuse@pandi.id," pungkas [ega]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini