Tak lagi jabat bos Indosat, Alexander Rusli jadi angel investor

Senin, 20 November 2017 14:53 Reporter : Fauzan Jamaludin
Tak lagi jabat bos Indosat, Alexander Rusli jadi angel investor Alexander Rusli. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pasca tidak lagi menjabat sebagai President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli memilih melakukan kesibukannya dengan mencari startup-startup yang potensial untuk diberi invest.

Sejauh ini, sudah ada dua perusahaan rintisan digital yang ia kucurkan modal. Kedua perusahaan startup itu yakni RedKendi dan satu perusahaan yang belum bisa ia sebutkan namanya.

Redkendi merupakan perusahaan market place yang bertujuan membantu perusahaan catering menawarkan produk kulinernya kepada customer. Pasar yang dihubungkannya itu adalah perusahaan-perusahaan besar atau pabrik dengan perusahaan catering. Jadi Redkendi ini, khusus melayani dalam jumlah yang besar.

“Tapi yang jualan barangnya itu UKM-UKM. Jadi memang, peran untuk mempertemukan UKM dengan perusahaan-perusahaan besar,” ujar Alex ketika bertemu dengan awak media belum lama ini di Jakarta.

Lebih lanjut dijelaskannya, persoalan yang ingin dipecahkan startup ini adalah memecahkan permasalahan yang ada di perusahaan-perusahaan besar untuk mendapatkan partner catering dalam waktu cepat. Hal ini tak mudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar karena cenderung membutuhkan waktu yang lama. Maka, jenis makanannya pun baru bisa diganti setiap 3 bulan sekali.

“Jadi, perusahaan perusahaan besar itu, bisa ganti makanan 2 minggu sekali dengan adanya platform ini. Ini juga bisa memberikan kesempatan untuk UKM yang belum pernah jualan, jualan di sana,” ungkap pria berkacamata ini.

“Nah, startup yang kedua, saya belum bisa ngomong banyak. Tapi intinya, sharing alat untuk charge telepon. Karena kita tahu kemana-mana baterai kita selalu habis kan. Desember nanti mau launching karena namanya lagi dicari,” tambah dia.

Meski sibuk mencari-cari startup baru yang cocok untuk diinvestasi, Alex mengatakan tetap akan melakukan pekerjaan full time kelak. Namun kali ini, dia tengah melakukan obeservasi secara mendalam dan mengamati arah industri pada masa mendatang.

“Itu akan rutin menjadi kehidupan saya, tapi di tahun 2018, apalagi umur saya baru 46 tahun, akan mencari sesuatu yang sifatnya full time juga. Saya belum tahu apa. Karena memang, kalau dilihat-lihat, saya juga lagi observasi arah industri ini mau kemana. Karena semuanya ke disrupt,” katanya. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Telco
  3. Digital Startup
  4. Indosat
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini