Tahun Depan Seluruh Indonesia Ditargetkan Sudah Terkoneksi 4G

Jumat, 26 November 2021 11:18 Reporter : Fauzan Jamaludin
Tahun Depan Seluruh Indonesia Ditargetkan Sudah Terkoneksi 4G ilustrasi internet. © lynn-library.libguides.com

Merdeka.com - Pandemi membuat transformasi digital di Indonesia terjadi lebih cepat. Data riset dari Google, Temasek, & Brain Company 2021 menyebutkan, 21 juta konsumen mengadopsi gaya baru hidup digital selama pandemi 2020 dan paruh pertama 2021 di Indonesia.

Menariknya, 72 persen dari konsumen baru itu berasal bukan dari daerah metropolitan, melainkan dari wilayah non metropolitan. Para konsumen digital baru ini, 99 persennya diprediksi akan tetap menggunakan layanan yang baru diadopsinya.

Johnny Siswadi dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mengatakan, masih ada 12 ribu desa di Indonesia yang tak terjamah koneksi internet. Desa-desa yang belum terkoneksi ini merupakan tugas pemerintah melalui BAKTI. Pemerintah, kata Johnny, menargetkan pada tahun 2022 desa-desa tersebut sudah terkoneksi internet.

"Targetnya tahun depan seluruh Indonesia sudah tertutup 4G," jelasnyakepada awak media saat acara Huawei Media Camp 2021 di Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (26/11).

Berdasarkan survei dari We Are Social & HootSuite 2021, pengguna internet di Indonesia kini telah mencapai 202.6 juta dari 274.9 juta populasi. Praktis, penetrasi internet Indonesia baru mencapai 73,7 persen. Masih terdapat 26,3 persen warga di negeri ini belum terkoneksi internet.

Muhammad Rosidi, ICT Strategy Huawei Indonesia menjelaskan, tantangan selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan prestasi dengan kesuksesan transformasi digital saat ini seusai pandemi Covid-19 melanda.

"Ada tiga hal yang harus diperhatikan antara lain mengoneksikan wilayah-wilayah yang belum terkoneksi, penggunaan cashless, dan update skill," kata Rosidi.

Dilanjutkannya, sejauh ini yang perlu digencarkan oleh Indonesia dari tiga hal itu adalah konektivitas. Bila hal tersebut sudah menjangkau seluruh masyarakat, maka akan terjadi gelombang transformasi digital yang lebih cepat usai pandemi melanda.

"Tentu soal konektivitas," ungkap dia. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini