Tahun 2025, Indonesia Butuh Kapasitas 500 Gbps dari Satelit

Rabu, 23 Januari 2019 15:24 Reporter : Fauzan Jamaludin
Tahun 2025, Indonesia Butuh Kapasitas 500 Gbps dari Satelit Ilustrasi satelit. © www.stephouse.net

Merdeka.com - Indonesia masih sangat membutuhkan penggunaan satelit telekomunikasi. Maklum, sebagai negara kepulauan, satelit merupakan langkah yang lebih tepat untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang belum tersentuh akses telekomunikasi.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, mengatakan, kebutuhan penggunaan satelit di Indonesia sangat besar. Sejauh ini kebutuhan penggunaan satelit jauh lebih besar daripada penyediaannya.

"Malah kita itu adalah penyewa satelit asing terbesar," katanya di Jakarta, Rabu (23/1).

Lebih jauh kata dia, bukan jumlah satelit yang harus diperbanyak. Melainkan jumlah kapasitasnya. Menurutnya, Indonesia butuh kapasitas 500 Gbps di tahun 2025.

"Saat ini, Indonesia baru memiliki kapasitas 30-40 Gbps," terangnya.

Di sisi lain, berdasarkan pengalaman PSN yang telah 27 tahun berkecimpung di industri satelit, ada beberapa tantangan untuk bisa meraih target pencapaian 500 Gbps itu. Antara lain terkait dengan konektivitas, listrik, dan gairah peningkatan ekonomi masyarakat di daerah tersebut.

"Di desa-desa banyak listriknya itu swadaya. Karena dilakukan swadaya, maka hanya waktu-waktu tertentu load penggunaan akses telekomunikasi tinggi saat listrik hidup. Kalau dari sisi kami, inginnya merata dan stabil di setiap waktu," ungkap dia.

Sejauh ini, berdasarkan prediksinya, terdapat sebanyak 25 ribu desa dan 25 juta orang di seluruh Nusantara yang belum menikmati akses telekomunikasi atau internet yang memadai.

[faz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Satelit
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini