Survei: Ini deretan merek smartphone Android yang sering bermasalah

Jumat, 26 Februari 2016 15:03 Reporter : Bramy Biantoro
Survei: Ini deretan merek smartphone Android yang sering bermasalah smartphone. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Smartphone memang sudah dimiliki banyak orang meski gadget ini bukan lah barang yang murah. Imbasnya, kerusakan smartphone seringkali membuat penggunanya mengeluarkan banyak uang, entah untuk servis atau beli smartphone baru.

Terkait dengan isu ini, Operating System telah melakukan sebuah survei untuk mengetahui smartphone-smartphone platform apa dan buatan merek apa saja yang kerap bermasalah di kuartal ketiga tahun 2015 lalu. Masalah-masalah yang dikeluhkan pengguna ini beragam, mulai dari crash aplikasi hingga baterai ngedrop.

Hasilnya pun jelas, 85 persen masalah smartphone datang dari platform Android. Hal ini cukup wajar, mengingat gadget Android menguasai 80 persen lebih pasar smartphone. Dari 85 persen 'keluhan' itu, 27 persennya menjadi milik Samsung.

Sekali lagi, hasil survei kedua ini juga bisa diterima karena Samsung menguasai 22,5 pasar smartphone global. Namun hal berbeda terjadi di posisi kedua dan ketiga yang ditempati oleh Lenovo dan Motorola.

Ya, 21 persen keluhan atas munculnya masalah pada smartphone dialamatkan pada Lenovo, kemudian ada Motorola dengan 18 persen. Angka ini bisa dibilang mengejutkan, alasannya, Lenovo dan Motorola hanya berkontribusi terhadap 5 persen pasar smartphone. Jadi, bisa dikatakan bila smartphone dari dua mereka ini paling gampang bermasalah.

Posisi keempat diduduki oleh Xiaomi dengan prosentase keluhan hingga 11 persen. Smartphone Xiaomi juga tergolong paling bermasalah karena penguasaan pasarnya di bawah 5 persen. Hal yang sama terjadi pada Asus yang mendapat laporan masalah hingga 8 persen dengan prosentase penguasaan pasar di bawah 5 persen.

Daftar merek smartphone Android dengan keluhan terbanyak:

  1. Samsung - 27 persen, penguasaan pasar global 22,5 persen
  2. Lenovo - 21 persen, penguasaan psar global di bawah 5 persen
  3. Motorola - 18 persen, penguasaan pasar global di bawah 5 persen
  4. Xiaomi - 11 persen, penguasaan pasar global di bawah 5 persen
  5. Asus - 8 persen, penguasaan pasar global di bawah 5 persen

Terakhir perlu diketahui bila tingginya prosentase keluhan atas merek smartphone di atas tidak bisa dilimpahkan sepenuhnya pada si vendor. Alasannya, menurut Operating System, ternyata mayoritas masalah smartphone timbul karena keteledoran pengguna sendiri.

Masalah-masalah ini bermula saat pengguna kerap meninggalkan smartphone tercharge berjam-jam meski baterainya sudah penuh, hingga tidak melakukan update aplikasi atau OS yang berujung pada aplikasi crash atau nge-lag. [bbo]

Topik berita Terkait:
  1. Smartphone
  2. Android
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini