Studi: Smartphone dan Tablet Buruk Untuk Jadi 'Babysitter'

Selasa, 5 November 2019 14:37 Reporter : Indra Cahya
Studi: Smartphone dan Tablet Buruk Untuk Jadi 'Babysitter' Ilustrasi Bayi Melihat Smartphone. ©2019 sciencenews.org

Merdeka.com - Jika Anda adalah salah satu orang tua yang kerap memanfaatkan smartphone atau tablet untuk jadi 'babysitter' andalan Anda, studi ini mungkin akan mengubah pandangan Anda.

Melansir CNN, sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association Pediatrics, menyebut bahwa akan ada permasalahan di otak bayi jika penggunaan tablet atau smatphone untuk bayi ada lebih dari satu jam.

Studi ini meneliti 47 bayi PAUD (usia 3-5 tahun) yang sehat, dengan cara memindai otak mereka. Hasil studi mengemukakan bahwa anak yang dipaparkan layar lebih dari satu jam per hari tanpa campur tangan orang tua, memiliki masalah di ganglia dasar (white matter) otaknya.

Ganglia dasar sendiri adalah lapisan di otak yang berwarna putih yang mengandung banyak serabut saraf. Bagian ini sangat penting untuk pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya terkait kepandaian, memori, kesadaran, serta pertimbangan dan pengambilan keputusan.

Penelitian menyebut bahwa anak-anak ini memiliki pengembangan ganglia dasar yang lebih rendah dibandingkan anak-anak lain.

Dengan ini, terlalu banyak memaparkan bayi dengan smartphone, laptop, televisi, dan segala bentuk layar dengan konten digital lain, akan memperlambat kemampuan berkomunikasinya, dan mengurangi kemampuan menyelesaikan masalah.

Baca Selanjutnya: Rentannya Anak Usia Dini...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Smartphone
  3. Tablet
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini