Studi Sebut Streaming Pornografi Tak Ramah Lingkungan

Senin, 31 Agustus 2020 23:50 Reporter : Indra Cahya
Studi Sebut Streaming Pornografi Tak Ramah Lingkungan Ilustrasi menonton pornografi. © cosmopolitan.com

Merdeka.com - Streaming video porno secara online ternyata tak ramah lingkungan. Bagaimana tidak, ternyata produksi jumlah karbon dioksida dari industri pornografi setara dengan polusi di satu negara Belgia.

Hal ini bukan bualan semata, pasalnya ini adalah hasil penelitian dari pusat studi Prancis The Shift Project.

Mengutip laman The Independent via Liputan6.com, para peneliti menemukan dampak lain dari streaming video. Di mana, secara keseluruhan, video streaming menciptakan 300 juta ton karbon dioksida tiap tahunnya. Menurut hasil studi, sepertiga dari karbon dioksida itu didapatkan dari streaming video konten pornografi.

Penelitian ini dipimpin oleh seorang insinyur bernama Maxine Efoui-Hess yang ahli dalam bidang permodelan komputer. Ia menemukan, konsumsi energi dari teknologi digital meningkat sembilan persen per tahunnya. Padahal, enam puluh persen aliran data dunia berasal dari streaming video online.

Para peneliti menilai, sektor digital perlu diteliti lebih cermat mengingat saat ini ada kebutuhan mendesak untuk mengurangi emisi global.

"Dampak lingkungan langsung ataupun tidak langsung terkait penggunaan teknologi digital kian meningkat dengan cepat," kata peneliti.

Baca Selanjutnya: Lebih Mencemarkan Lingkungan Dari Penerbangan?...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini