Studi GfK: Bagaimana Konsumen Indonesia Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Kamis, 6 Agustus 2020 11:01 Reporter : Syakur Usman
Studi GfK: Bagaimana Konsumen Indonesia Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru Ilustrasi belanja online. ©shutterstock.com/mama_mia

Merdeka.com - Kala pandemi Covid-19 merebak, kegiatan lebih banyak dilakukan di rumah. Kegiatan bekerja dari rumah atau work from home (WfH), belajar di rumah, beribadah di rumah, dan sebagainya dilakukan saat pemerintah melakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pada kondisi demikian, kegiatan belanja pun terpaksa dilalukan dari rumah. Tak heran, kegiatan online pun masif dilakukan. Penelitian Consumer Pulse GfK menyebutkan selama pandemik sekitar 40 persen konsumen Indonesia yang menjadi responden menyatakan mereka lebih menyukai melakukan pembelian secara online.

Kategori produk yang akan dibeli secara online adalah peralatan rumah tangga besar atau major home appliances (39 persen) dan peralatan rumah tangga kecil atau small home appliances (45 persen).

Masih banyak hasil menarik lainnya dari penelitian tersebut. Berikut opini Karthik Venkatakrishnan, Regional Director Market and Consumer Intelligence Asia Pacific GfK, yang berjudul "Bagaimana Konsumen Indonesia Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru", yang kami kutip seutuhnya untuk Anda:

Pada bulan Juni, Indonesia mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru sebagai langkah melonggarkan pembatasan sosial secara bertahap yang sebelumnya diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Meskipun banyak masyarakat telah menjalankan kembali kehidupan mereka di luar rumah, beberapa tetap meneruskan untuk tinggal di rumah. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara yang paling terdampak pandemi ini di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia tidak hanya mengalami peningkatan kasus baru, tetapi juga berada di bawah tekanan untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan angka pengangguran, terutama setelah membukukan laju pertumbuhan ekonomi terlemah sejak tahun 2001. Banyak kegiatan perlu dilakukan untuk mendorong perdagangan dan konsumsi di Indonesia agar bisa keluar dari krisis ini.

Alokasi belanja konsumen Indonesia di kategori produk kesehatan dapat menandakan seberapa baik ekonomi Indonesia bergerak pasca krisis COVID-19. Untuk itu, penelitian Consumer Pulse GfK - yang berlangsung sejak Maret hingga Juli 2020 - telah melacak bagaimana gaya hidup dan perilaku konsumsi masyarakat Indonesia telah berevolusi di tengah pandemi.

Langkah Hati-hati Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Jauh sebelum Covid-19 merebak, Indonesia menjadi pasar dengan pertumbuhan pesat untuk perdagangan online (e-commerce). Peningkatan penetrasi internet, penggunaan smartphone, dan pertumbuhan kelas menengah yang telah menciptakan peluang besar bagi consumer brand, teknologi, dan perusahaan media di saluran penjualan online.

Covid-19 semakin memperkuat tren ini; lebih banyak orang berdiam diri dirumah dan lebih sering menggunakan perangkat seluler mereka, sedangkan pemilik bisnis tertentu perlu menutup toko offline mereka selama lockdown diterapkan.

Penelitian Consumer Pulse GfK kami menunjukkan hal tersebut. Selama pandemik, sekitar 40 persen konsumen Indonesia yang terlibat dalam penelitian ini menyatakan bahwa saat ini mereka lebih menyukai melakukan pembelian secara online. Kategori produk yang akan dibeli secara online adalah peralatan rumah tangga besar atau major home appliances (39 persen) dan peralatan rumah tangga kecil atau small home appliances (45 persen).

Yang menarik, konsumen Indonesia memiliki rencana berbeda untuk membeli produk-produk IT, dengan 39 persen dari mereka memiliki niat yang sama untuk membeli secara online dan offline. Sikap ini tercermin dari pembelian smartphone, dengan 38 persen menyatakan preferensi mereka melakukan pembelian secara online dan offline.

Meskipun secara umum ada pergeseran ke pembelian online, beberapa orang Indonesia tetap memilih untuk menunda membeli yang mereka inginkan, sampai krisis berakhir -- ini termasuk semua kategori produk yang disebutkan di atas.

Baca Selanjutnya: Ekonomi Indonesia Turun namun Belum...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini