Startup Qlue Sambut Investor Baru di Juni Tahun Ini

Rabu, 22 April 2020 08:00 Reporter : Syakur Usman
Startup Qlue Sambut Investor Baru di Juni Tahun Ini Aplikasi Qlue. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 di Tanah Air membuat situasi kurang bergairah di hampir seluruh sektor usaha. Bisnis cenderung lesu. Investor pun mengerem aksi pendanaan (funding).

Platform Crunchbase.com melaporkan pandemi virus Corona menurunkan nafsu investor global startup. Misalnya di China, dilaporkan akselerasi investor menurun di kuartal I tahun ini. Di benua biru alias Eropa juga demikian, sementara Amerika Serikat dan Kanada menunjukkan pertumbuhan tapi secara kuartalan, belum tahunan.

Menurut data Crunchbase, setiap tahun di dunia ada sekitar 25 ribu startup yang didanai investor atau 5.000-7.000 startup per kuartal. Namun, tahun ini jumlah investasi startup akan mengalami penurunan terbesar sejak krisis keuangan 2008 silam.

Di kuartal I tahun ini, diproyeksikan dana investor global ke startup hanya US$ 63,8 miliar. Turun 17 persen secara kuartalan dan 8 persen secara tahunan. Proyeksi ini merupakan penurunan investasi selama dua tahun terakhir, sejak puncak investasi startup di kuartal IV 2018 yang menembus US$ 83,6 miliar.

Namun, seperti kata orang bijak, selalu ada good news, meski saat krisis sekalipun.

Ya, berita positif datang dari startup Qlue, perusahaan rintisan yang menawarkan solusi smart city dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Aplikasi Qlue yang memungkinkan warga mengadu/ melapor via smartphone, adalah salah satu produknya yang tenar.

Rama Raditya, Founder dan CEO Qlue, mengatakan startup yang dirintis bersama Andre Hutagalung pada 2014 silam ini mendapat pendanaan baru pada tahun ini. Funding ini datang dari investor baru dan bukan dari investor eksisting Qlue. Disayangkan, Rama tidak bersedia menyebutkan siapa investornya dan berapa nilainya.

Berdasarkan data Qlue, ada beberapa investor sejak badan usaha berdiri pada 2016. Mereka adalah Prasetia Dwidharma, Merah Putih Inc, MDI Ventures (Telkom Group), dan GDP Venture (Djarum Group).

Crunchbase mencatat total funding Qlue mencapai US$ 550 ribu selama lima ronde. Namun, itu di luar funding dari MDI Ventures dan GDP Venture yang tidak diketahui jumlahnya.

"Funding ini akan selesai di Juni atau Juli, sekarang masih proses closing. Ini investor baru, tepatnya corporate venture capital," ujar Rama saat diwawancarai Merdeka.com, baru-baru ini.

Rama belum bersedia membuka profil investor baru Qlue ini.

Baca Selanjutnya: Sehat Qlue Punya Recurring Income...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini