Startup ini punya teknologi otomatisasi layanan periklanan

Kamis, 8 Februari 2018 11:01 Reporter : Fauzan Jamaludin
Startup ini punya teknologi otomatisasi layanan periklanan Adroady. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Industri periklanan luar ruang makin lesu. Namun ada secercah harapan untuk membangkitkan industri ini. Perusahaan rintisan digital Adroady mencoba merangsang kembali geliat industri periklanan luar ruang. Caranya dengan mengenalkan programmatic out of home mobile digital media. Sederhananya, iklan video luar ruangan yang bisa terprogram secara otomatis dan mobile. Iklan yang akan ditampilkan dipasang di kaca belakang mobil.

Menariknya dari teknologi yang dimiliki start up ini yakni pengiklan dapat memilih dan mengupload video secara real time serta dapat berganti-ganti secara otomatis. Semuanya itu ditentukan oleh lokasi dan waktunya. Saat ini yang ditawarkan perusahaan rintisan digital serupa belum sampai pada teknologi tersebut.

"Pengiklan seharusnya bisa mengontrol kampanye mereka sepenuhnya. Kapan dan dimana mereka ingin publik melihat iklannya, dan video mana yang mereka ingin tunjukkan hanya di area tertentu," ujar CEO & Founder Adroady, Edward Halley saat diskusi bersama media di Jakarta, Rabu (7/2).

Dikatakannya, programmatic video adalah teknologi yang memungkinkan pengiklan mengupload video secara riil time, dan video bisa berganti otomatis sesuai dengan lokasi atau waktu. Pengiklan juga bisa memprogram video mana yang tidak ingin mereka tayangkan saat mobil sedang melintasi area tertentu.

Teknologi programmatic video Adroady dibangun berdasarkan gabungan dari teknologi internet-of-things, big data dan machine learnings. Cara kerjanya adalah seketika setelah pengiklan mengupload video mereka lewat dashboard website, server akan mengirim videonya ke aplikasi yang ada di smartphone pengemudi, yang lalu berkomunikasi dengan komputer mini yang terpasang di dalam mobil. Komputer mini ini yang akan mengubah konten di videotron lewat koneksi wifi.

Adroady juga memasang dua kamera di bagian belakang mobil dengan dua fungsi yang berbeda: supaya pengemudi bisa tetap melihat semua yang terjadi di belakang mobil dan untuk menghitung berapa banyak kendaraan yang sudah melihat iklan videotron.

"Data ini langsung ditransmisikan ke dashboard pengiklan, sehingga dalam sekejap mereka bisa memonitor seberapa berhasil kampanye marketingnya," ungkapnya. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini