Smartphone Makin Mahal, Bahkan Orang Amerika Stop Konsumtif Gadget

Rabu, 28 Agustus 2019 15:10 Reporter : Indra Cahya
Smartphone Makin Mahal, Bahkan Orang Amerika Stop Konsumtif Gadget Berburu Apple iPhone XS dan iPhone XS Max. ©REUTERS

Merdeka.com - Tahun 2017 adalah tahun di mana industri smartphone berubah drastis. Pasalnya, Apple merilis produk terbarunya yakni iPhone X.

Produk ini super revolusioner, memperkenalkan fitur pengenalan wajah 3D dan juga layar poni atau notch.

Namun tak disangka, pasca momen ini, penjualan smartphone makin turun. Ini juga termasuk iPhone, di mana penjualannya langsung turun dari berbagai generasi sebelum iPhone X.

Karena layar poni pun, berbagai inovasi untuk 'mengejar' layar penuh mulai bermunculan dari berbagai vendor Android. Mulai dari notch serupa iPhone X, waterdrop notch yang lebih mungil, lubang layar, sliding dan pop-up, hingga solusi ekstrem seperti dual-screen.

Hal ini memicu makin banyak pemain yang secara umum memproduksi lebih banyak smartphone. Dipadu dengan kualitas dan kinerja smartphone dari tiap vendor yang secara umum jadi sangat baik. Akhirnya terjadilah kejenuhan pasar.

Dengan ini, iPhone X jadi pemicu bermunculannya smartphone dengan kualitas yang dijamin lebih baik oleh vendor, namun dengan harga yang lebih tinggi.

Soal penurunan penjualan smartphone sendiri terdata melalui riset dari firma strategi analitik dari Brand Dynamics.

1 dari 2 halaman

Orang Amerika Malas Beli Smartphone

Mengutip data dari Brand Dynamics, orang Amerika Serikat yang memiliki daya beli yang baik terhadap smartphone, kini tak lagi gonta-ganti ponsel. Pasalnya, rata-rata mereka menggunakan smartphone dalam 33 bulan.

Sebelumnya, orang AS menggunakan smartphone tepat 24 bulan atau dua tahun. Jadi, mereka memiliki kecenderungan akan membeli smartphone dua generasi dari smartphone yang mereka miliki dan gunakan saat ini.

Bahkan, hanya 7 persen dari keseluruhan sampel yang mengaku siap untuk membeli perangkat dengan harga di atas USD 1.000. Smartphone dengan harga tersebut tentu adalah iPhone serta flagship Samsung. Serta beberapa merek seperti Huawei dan juga deretan smartphone gaming.

2 dari 2 halaman

Tren Mencicil dan Makin Premiumnya Smartphone

Salah satu pemicu mahalnya harga smartphone adalah, ketika di zaman dahulu pencicilan barang hanya kita temui di rumah atau kendaraan, kini smartphone pun dengan mudah bisa kita cicil. Sistem pencicilan ini membuat naiknya harga smartphone tidak terlalu terasa.

Karena jika dilihat, harga smartphone yang makin mahal terselimuti angka cicilan yang terasa murah. Bahkan pencicilan bulanan smartphone rasanya layaknya belanja bulanan saja, tak seperti mencicil kendaraan.

Beriringan dengan lazimnya praktik cicil HP, akhirnya pengguna tak seberapa sadar kalau harga smartphone kini makin mahal.

Selain itu, makin premiumnya smartphone juga jadi alasan. Smartphone papan atas di beberapa tahun lalu ditandai dengan performa atau kinerja yang mulus, bebas lag, dan desain yang elegan.

Namun saat ini semua itu tetap ada, namun kriteria flagship jauh bertambah.

Saat ini premium adalah faktor yang seakan-akan wajib ada di smartphone papan atas. Hal ini juga sudah jadi bahan 'siapa yang terbaik' antar kompetitor terkait fitur-fitur yang dimiliki.

Hal ini awalnya dimulai dari adanya tambahan kamera, pengecasan daya cepat, hingga hal-hal yang awalnya tak terpikirkan seperti opsi warna premium.

Faktor premium ini akhirnya menciptakan kelas baru dari perangkat smartphone yang jelas menambah nilai jual dari smartphone. [idc]

Baca juga:
Alasan Mengapa OS Harmony Dari Huawei Adalah Calon OS Terbaik Masa Depan!
Spesifikasi Xiaomi Mi Mix 4 Bocor, Usung RAM 12GB dan Kamera 108MP!
Cuma Tambah Rp 800 Ribuan, iPhone Bisa Ditukar Samsung Note 10
Note 10 Laris, Samsung Kuasai Pasar Smartphone Premium Tanah Air
Chipset Kecerdasan Buatan Pertama Intel
Realme 5, Redmi Note 7, Galaxy M20, Mana Smartphone Menengah Terbaik?

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini