Smart class, cara tepat hapuskan status sekolah unggulan

Selasa, 3 Juni 2014 06:01 Reporter : Dwi Andi Susanto
Smart class, cara tepat hapuskan status sekolah unggulan Teknologi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Agar lebih memasyarakatkan dan juga penghapusan buta teknologi sejak dini, maka Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, merancang suatu sistem yang mana akan menjadikan semua sekolah di kota tersebut menjadi sekolah pintar atau 'smart class.'

Dibuatnya 'smart class' ini agar ke depannya tidak ada lagi status sekolah unggulan atau yang bukan unggulan serta pemerataan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar di semua sekolah.

"Kami ingin semua sekolah itu menjadi 'smart class', baik di sekolah swasta maupun negeri dan tidak ada perbedaan fasilitas. Dalam waktu dekat ini fasilitas di sekolah negeri maupun swasta juga akan kami tambah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini," tegas Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, seperti dikutip dari Antara, Minggu (01/06).

Penambahan fasilitas penunjang itu di antaranya adalah jaringan internet (Wi-Fi) di setiap kelas. Selain itu juga akan dilengkapi dengan televisi dan proyektor, termasuk fasilitas nonteknis yang mendukung berjalannya program smart class tersebut, seperti membina pembuatan manajemen sekolah yang baik.

Menurut Eddy, seluruh siswa juga akan diberikan iPad gratis. Untuk penambahan fasilitas di kelas akan dianggarkan dalam APBD 2015, sedangkan ipad untuk siswa masih melihat kondisi keuangan daerah atau kekuatan APBD.

"Karena semua fasilitas di sekolah merata, ke depan tidak ada lagi yang namanya sekolah unggulan," tegasnya.

Ia mengakui gagasan dan rancangan untuk menjadikan semua sekolah memiliki smart class tersebut, merupakan perpaduan dari sekolah-sekolah yang sudah maju, baik yang ada di Jatim maupun di luar Jatim.

Sebab, lanjutnya, di Kota Batu sampai saat ini masih belum ada sekolah yang menjadi proyek percontohan dari program itu. "Gagasan menjadikan semua sekolah sebagai smart class ini semata-mata dilandasi semangat untuk memberikan yang terbaik bagi penerus bangsa, terutama pada bidang pendidikan," ujarnya.

Selain menjadikan semua sekolah sebagai smart class, Eddy Rumpoko juga mengeluarkan kebijakan pendidikan gratis hingga jenjang SMA atau program wajib belajar 12 tahun. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan tahun ajaran baru 2014.

Untuk menunjang program wajib belajar 12 tahun tersebut, Pemkot Batu juga menambah anggaran untuk bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) sebagai pendamping sebagai pendamping bantuan operasional sekolah nasional (Bosnas).

Anggaran untuk pendidikan yang dikucurkan melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga pada tahun ini sebesar Rp 24 miliar. Namun, sebelumnya Pemkot Batu juga telah memberikan bantuan bagi 35 ribu siswa SD-SMA/SMK negeri dan swasta berupa seragam batik khas Batu, sepatu dan tas secara gratis.

"Kami ingin pendidikan di Kota Batu ini maju pesat, berprestasi dan unggul di semua bidang. Oleh karenanya, fasilitas penunjangnya akan kami penuhi semua," katanya. [das]

Topik berita Terkait:
  1. Internet
  2. Teknologi
  3. Pendidikan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini