KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Situs I-Doser ditutup permanen

Kamis, 15 Oktober 2015 19:15 Reporter : Fauzan Jamaludin
I-Doser. ©2015 I-Doser.com

Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) resmi menutup permanen situs yang dianggap narkoba digital, I-Doser. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kemkominfo menutup situs tersebut baru sebatas sementara, namun kini situs tersebut di tutup permanen.

Penutupan situs ini setelah adanya pembicaraan lebih jauh dengan panel IV dalam bidang Investasi Illegal, Penipuan, Perjudian, Obat dan Makanan serta Narkoba, terkait situs tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Humas Kemkominfo, Ismail Cawidu.

Dalam rapat tersebut, dihadiri perwakilan dari BNN, BPPOM, OJK, Asosiasi Pakar seperti KADIN, ISOC, APJII, serta beberapa tim ahli yang telah memberikan telaah dari berbagai aspek.

Mereka menyimpulkan bahwa situs I-Doser menggunakan nama yang dilarang dan bersifat melanggar ketertiban Umum (dalam hal ini menggunakan istilah: kokain, marijuana, narkotika dan psikotropika lainnya), sesuai dengan pasal 5 UU Nomor 15 Tahun 2001.

"Antara penamaan yang ditampilkan dengan produk yang dijual, tidaklah sesuai dengan yang sebenarnya sehingga terjadi penipuan (menyesatkan) yang membawa dampak kerugian jual-beli dan transaksi elektronik (UU ITE pasal 28 dan UU Perlindungan Konsumen)," ujar Ismail di Jakarta, Kamis (15/10).

Dia pun mengatakan, istilah narcotic digital sesungguhnya hanya merupakan strategi pemilik situs karena dari hasil telaah BNN, menyatakan hal tersebut tidak mengandung unsur narkotik atau unsur obat-obatan lainnya yang berbahaya.

Unsur yang ditawarkan dalam situs tersebut hanyalah unsur musik yang dikemas dalam gelombang suara atau frekuensi yang berbeda antara telinga kiri dan telinga kanan.

"Rapat Panel ini mengusulkan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika untuk meneruskan pemblokiran situs tersebut termasuk beberapa situs terkait lainnya dan meminta kepada para Internet Service Provider (ISP) untuk menindaklanjuti," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, ikut berkomentar tentang isu tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah membuat panel guna menindaklanjuti adanya I-Doser itu. Sebenarnya, kata Dia, I-Doser seperti menghipnotis pengguna layanan tersebut untuk menikmatinya.

"Sebetulnya kalau I-Doser bukan dalam artian dia physical narkoba ya. Itu teori hipnotis atau apa, teman-teman ini sedang cek. Tapi itu (penanganannya) cepat kok. Ada panelnya. Hari ini dievaluasi, kalau harus diblok ya diblok. Kalau tidak ya tidak,” ungkapnya. [lar]

Topik berita Terkait:
  1. I Doser
  2. Aplikasi Mobile
  3. Website
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.