Sharp smartphone: Pasar Indonesia itu susah tapi ada peluang

Selasa, 6 Februari 2018 11:03 Reporter : Fauzan Jamaludin
Sharp smartphone: Pasar Indonesia itu susah tapi ada peluang Smartphone Sharp. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertarungan di industri smartphone tanah air memang begitu ketat. Tak heran, adu strategi menjadi bagian penting antarprodusen smartphone. Mereka berlomba-lomba menarik perhatian masyarakat negeri ini dengan berbagai cara. Mulai dari sisi teknologi hingga harga yang saling kompetitif.

Begitu juga dengan Sharp Smartphone. nama Sharp memang tak asing di telinga, namun belum untuk produk smartphonenya. Padahal, beberapa tahun lalu, Sharp pernah meluncurkan perangkat mobile ke pasar Indonesia. Karena terlalu lama 'vakum' di pasar negeri ini, nama Sharp pun tenggelam karena banyaknya pesaing-pesaing dari luar negeri yang masuk Indonesia.

Johnny Lin, Country Director Sharp Smartphone Indonesia, mengatakan tahun ini Sharp akan lebih agresif lagi. Direncanakan akan ada 14 produk smartphone yang meluncur ke Indonesia. Dari 14 produk itu menyasar ke segmentasi yang berbeda-beda.

"Bagi kita, bukan banyak tapi memberikan harga yang bisa dipilih. Masyarakat Indonesia punya kebutuhan lain. Kira-kira dari ke 14 produk itu, pembagiannya rata. Low end, middle, sama high 3-5 produk," jelasnya usai acara konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2).

Sharp juga baru saja meluncurkan dua produk sekaligus yakni Pi dan R1s. Kedua produk itu memiliki harga yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan segmentasinya. Untuk Sharp R1s akan dibanderol dengan harga Rp 2.599.000,- Sementara untuk Pi akan dibanderol dengan harga Rp 1.899.000. Namun kedua perangkat terbarunya itu, di luar dari target 14 produk yang akan diluncurkan tahun ini.

Johnny pun mengakui, pasar Indonesia tergolong market yang susah. Terlebih dengan kompetisi di industri smartphone sendiri. Namun, ia masih optimis mampu mendongkrak pangsa pasar Sharp Smartphone di Indonesia. Sejauh ini kata dia, market share Sharp smartphone masih di bawah 1 persen. Tetapi, ditargetkan 3 tahun mendatang paling tidak mampu meraih 5-8 persen.

"Market Indonesia susah. Tapi menurut saya masyarakat Indonesia mau mencoba. Misalnya barang ini bagus, mereka mau. Nah, ini kesempatan kita," katanya. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. Sharp
  2. Smartphone
  3. Gadget
  4. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini