Setelah Tinder, terbitlah Gather

Kamis, 9 Juni 2016 09:10 Reporter : Fauzan Jamaludin
Setelah Tinder, terbitlah Gather Gather. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Aplikasi jodoh saat ini semakin berkembang pesat. Setelah Tinder, muncul lagi aplikasi yang serupa bernama Gather. Hadirnya aplikasi ini ingin melengkapi keberadaan aplikasi yang sudah ada dan diklaim lebih unggul. Berdasarkan keterangan resminya, Gather memiliki keunggulan dengan fitur terbarunya, yakni fitur Gathering. Fitur ini, memungkinkan pengguna untuk mengadakan pertemuan on-demand dengan pengguna lain, baik pertemuan secara berkelompok maupun pertemuan perseorangan.

Dengan antarmuka (user interface) dan pengalaman (user experience) seperti menggunakan aplikasi Uber, para pengguna wanita bisa membuat pertemuan hanya dengan beberapa sentuhan ke layar smartphone. Pengguna yang berada di dekat lokasi pertemuan bisa mendaftar ke acara itu. Nah, untuk mengadakan sebuah Gathering, para wanita bisa memilih salah satu dari empat aktivitas sosial: Makan siang (lunch), minum kopi (coffee), minum (drinks), atau aktivitas sepulang kerja (after-hours).

Selanjutnya mereka dapat menentukan waktu dan lokasi Gathering serta mengundang teman-teman lain sebagai tuan rumah. Sedangkan pengguna lain bisa mencari Gathering terdekat, melihat profil tuan rumah, dan mendaftar untuk bisa mengikuti acara. Nantinya tuan rumah bisa memilih berapa banyak tamu yang ingin mereka temui di Gathering.

Sejauh ini, Gather telah memiliki lebih dari 300.000 pengguna aktif setiap bulan yang berasal dari seluruh dunia. Dari angka tersebut, 100.000 di antaranya berasal dari Indonesia. Sebelumnya, para pengguna hanya bisa mencari pasangan berdasarkan algoritma berbasis jarak (proximity-based matchmaking algorithm) yang memungkinkan pengguna untuk mendapat pasangan berdasarkan hobi dan bila mereka sempat saling berpapasan di dunia nyata. Dengan fitur baru Gathering, sekarang mereka bisa mengadakan pertemuan grup atau melakukan kencan perseorangan di dunia nyata.

Fitur on-demand berguna untuk memfasilitasi interaksi langsung (face-to-face) yang sangat cocok untuk para pengguna di Asia, karena masih banyak para jomblo di negara timur yang mencari pasangan melalui teman dekat. Perkenalan pertama juga lebih sering terjadi dalam perkumpulan sosial. Sehingga fitur on-demand ini telah memberikan fasilitas untuk bertatap muka secara langsung. Hal ini sangat cocok untuk pengguna di Asia, karena banyak jomblo di negara timur yang lebih memilih untuk mencari jodoh melalui teman dekat.

"Tujuan utamanya adalah untuk tetap bertemu dengan orang baru selama pengguna memiliki waktu kosong. Kami berharap Gather dapat membantu lebih banyak orang untuk bertemu bahkan hanya untuk duduk santai dan minum kopi, dan mengurangi percakapan online melalui chatting seminimal mungkin," jelas Jim Yang, CEO Gather.

Fitur Gathering dalam aplikasi ini telah didesain dengan memprioritaskan wanita kebutuhan wanita. Lokasi pertemuan privat tidak akan dipublikasikan sampai para tamu mendapat izin. Saat mengadakan sebuah pertemuan, tuan rumah bisa melihat profil para tamu yang ingin hadir berdasarkan profil Facebook, hobi dan teman yang sama. Kemudian para wanita bisa memilih pria yang mereka ingin temui. Saat ini fitur Gathering hanya bisa digunakan untuk pengguna wanita. [ega]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini