Setelah diakuisisi Blibli.com, mau dibawa ke mana Tiket.com?

Jumat, 16 Juni 2017 10:54 Reporter : Fauzan Jamaludin
Setelah diakuisisi Blibli.com, mau dibawa ke mana Tiket.com? Tiket.com. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Tiket.com baru saja resmi diakuisisi 100 persen oleh Blibli.com. Akuisisi ini bertujuan untuk mengembangkan bisnis online travel agent (OTA) yang dikembangkan oleh Blibli.com pada akhir tahun 2016 lalu. Di akhir 2016, Blibli.com sendiri meluncurkan kategori produk travel online yaitu Blibli Travel.

Seiring berjalannya waktu, bisnis OTA terus menunjukkan perkembangan yang pesat di mana berdasarkan data internal mereka mencatat pembelian produk jasa travel mencapai 35 persen atau tertinggi dibandingkan produk jasa lainnya. Maka untuk mengembangkan secara serius bisnis OTA, Blibli.com mantap mengakuisisi Tiket.com sebagai langkah strategisnya.

"Di sisi lain, kami juga melihat visi misi dan nilai perusahaan Tiket.com memiliki kesamaan dengan Blibli yang diharapkan dapat memudahkan proses sinergi. Berdasarkan pertimbangan inilah kami mantap melakukan akuisisi," ujar CEO Blibli.com Kusumo Martanto saat acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/6).

Pasca selesainya proses akuisisi ini, Tiket.com akan dikomandoi oleh George Hendrata sebagai CEO baru. Lulusan Harvard Business School ini bukanlah orang baru dalam organisasi Djarum Group. George memegang peran di bisnis Djarum sebagai Direktur Pengembangan Bisnis. Maklum, hubungan Blibli.com dan Djarum tak bisa dilepaskan begitu saja. Maka wajar, akuisisi ini akan ada campur tangan dari holding besar Blibli.com, Djarum.

Sebagai CEO baru, George tentu saja telah memiliki strategi dan target untuk mempercepat larinya Tiket.com. Target tersebut seperti peningkatan pertumbuhan bisnis menjadi dua kali lipat, menyinergikan backend, dan pengembangan fitur-fitur baru. Namun dari serangkaian target itu, pengembangan fitur-fitur barulah yang akan diprioritaskan.

"Target terdekat akan meluncurkan fitur-fitur baru secepat mungkin sebelum akhir tahun 2017 ini," ungkap George kepada awak media.

Sayangnya, George masih enggan menyampaikan detail fitur-fitur baru yang dijanjikan akan dirilis sebelum akhir tahun ini. Dia hanya menjawab secara diplomatis. Katanya, fitur-fitur baru yang akan segera dirilis itu bakal tak jauh-jauh dengan kebutuhan konsumen.

"Yang pasti hal-hal basic yang bikin orang tambah convenience kemudian hal-hal yang berhubungan dengan value added," terang dia.

Tiket.com saat ini merupakan salah satu Online Travel Agent (OTA) yang memiliki inventaris terbesar untuk produk tiket, pesawat, hotel, kereta api, car rental, serta tiket konser. Kemudian, bekerja sama dengan lebih dari 35 maskapai penerbangan internasional dan domestik serta bekerja sama dengan ribuan hotel domestik dan internasional.

Sementara Blibli.com, e-commerce yang disokong oleh venture capital bentukan Djarum Group, telah beroperasi sejak tahun 2011. Seiring dengan perkembangannya, Blibli.com mengembangkan Blibli Travel di akhir tahun lalu. Saat ini OTA Blibli itu telah memiliki 1000 varian produk layaknya yang dimiliki Tiket.com. [dzm]

Topik berita Terkait:
  1. Tiket.com
  2. BliBli
  3. E Commerce
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini