KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Serangan WannaCrypt jadi petanda perlu segera dibentuk badan siber

Rabu, 17 Mei 2017 15:25 Reporter : Fauzan Jamaludin
Wannacrypt. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Virus WannaCrypt telah menginfeksi sistem penting di beberapa negara, termasuk di Indonesia. RS Dharmais menjadi korban aksi terorisme siber. Mereka melumpuhkan sistem komputerisasi antrean pasien.

Sontak, hal ini pun tiba-tiba menjadi perhatian penting bagi pemerintah. Sampai-sampai Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) woro-woro ke masyarakat untuk mengantisipasi perihal ini.

Kejadian ini pun nampaknya semakin melebar yang berdampak pada suara-suara yang berharap pemerintah menyegerakan pembentukan Badan Siber Nasional (Basinas). Ruby Alamsyah, pakar keamanan siber, menyebutkan dengan kejadian ini, maka adanya Basinas mutlak diperlukan.

Sebab, kata dia, tak hanya berkaitan dengan ancaman malware wannacrypt ini saja, melainkan kejahatan-kejahatan siber lainnya yang dikhawatirkan lebih membahayakan lagi ke depannya.

"Ini (Basinas) sudah sangat diperlukan. Kalau kita punya Basinas, itu bisa menanggulangi atau meminimalisir bahaya kejahatan siber. Karena kejahatan siber bakal semakin besar. Apalagi bocornya data dari Badan Keamanan Nasional AS atau NSA yang gak hanya memunculkan malware wannacrypt saja tetapi bisa memunculkan virus yang lebih bahaya lagi," ujar alumni Universitas Gunadarma ini saat dihubungi Merdeka.com melalui sambungan telepon, Rabu (17/5).

Sejatinya, lanjut Ruby, wacana adanya Basinas telah muncul sejak empat tahun lalu persisnya sejak tahun 2011. Sayangnya, hingga saat ini wacana itu tak kunjung terealisasi. Barangkali, pemerintah masih memiliki prioritas selain dibentuknya Basinas. Dia berharap, kejadian ransomware wannacrypt ini bisa menjadikan pemerintah lebih sadar bahaya penjahat siber.

"Sebenarnya inisiatif ini muncul dari pegiat keamanan siber sejak 2011. Kemudian pada tahun 2013 terbentuk Desk Keamanan Siber Nasional di bawah payung Kemenkopolhukam. Nah, ini cikal bakal Basinas. Sayangnya hampir 4 tahun berjalan respon pemerintah belum menganggap Basinas perlu atau urgent. Mungkin pemerintah masih melihat prioritas lain," terang pria yang juga dosen Universitas Gunadarma tersebut.

Pernyataan Ruby, senada dengan pegiat ICT Watch, Donny BU. Kejadian RS Dharmais menjadi korban virus wannacrypt ini selayaknya pemerintah mempercepat terbentuknya Basinas. Dengan adanya Basinas, maka koordinasi yang dijalankan bisa terpusat. Saat ini koordinasi yang dilakukan masih bersifat organic.

Meski begitu, sepengetahuannya, saat ini Basinas tengah disiapkan Keputusan Presiden (Keppres) oleh pemerintah. Donny pun belum mengetahui detail kapan rencana Keppres tersebut ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo.

"Kata Pak Menkominfo sedang disiapkan Keppres-nya untuk Badan Siber Nasioanl," kata Donny. [ega]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.