Sengaja atau tidak, pengguna internet rela serahkan data pribadi

Selasa, 13 Maret 2018 17:30 Reporter : Fauzan Jamaludin
Ilustrasi startup. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys mengatakan, sengaja atau tidak sengaja data-data pribadi masyarakat telah beredar luas di internet. Hal itu tak lain dari perilaku di dunia siber.

Berdasarkan data yang ia miliki, ternyata sebanyak 60 persen pengguna internet mengunggah fotonya di dunia maya. Tak hanya itu, 50 persen dari pengguna internet juga memberikan data berupa tanggal lahir, lalu 46 persen memberikan informasi mengenai email pribadinya.

Tak kalah penting, 30 persen pengguna internet juga memberikan informasi alamat rumahnya dan bahkan 24 persennya menuliskan nomor handphone.

Semua data-data pribadi kita di dunia maya itu ada. Jadi, data-data pribadi kita, dengan sengaja atau tidak, kita sendirilah yang memberikan itu ke public domain. Di mana semua orang bisa melihat. Bahkan kita kadang dengan sengaja pernah bilang; kalau mau melihat email saya, lihat saja di Facebook, kira-kira begitu, katanya saat diskusi tentang Perlindungan Data Pribadi di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (13/3).

Ia juga mengatakan, dengan banyaknya data-data yang dipublikasi di internet, sudah pasti sulit untuk dikontrol penggunaan data tersebut. Maksudnya, pengguna internet tak akan pernah tahu imbas dari data-data yang telah mereka publish melalui internet suatu hari nanti.

Jadi kembali lagi, siapa yang punya data publik, ya kita sendiri. Siapa yang memberikan data itu, ya kita sendiri, ungkapnya.

Dikatakan Merza, dunia digital memiliki peluang besar untuk mengumpulkan, melakukan penyimpanan, pembagian, dan menganalisis data. Ia menyontohkan kecanggihan dari Google. Google mampu merekam segala aktivitas yang dilakukan oleh orang.

Misalnya saja Google Map. Bila setiap hari menggunakan Google Map, maka mesin sudah mengetahui kebiasaan jam dan tempat yang akan dituju.

Nah, apakah ini juga masuk ke dalam data pribadi terkait movement kita yang perlu dilindungi juga. Karena sudah merekam segala aktivitas kita, terang dia.

Maka itu, ia menyatakan agar UU Perlindungan Data Pribadi merupakan suatu hal yang mendesak. Tujuannya, agar semua pihak yang terlibat dalam dunia digital dapat mengetahui apa hak dan kewajiban masing-masing atas data pribadi yang terjadi dalam berinteraksi dengan dunia digital. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini