Sempat tepis kabar diakuisisi, akhirnya Kudo sah dimiliki Grab

Senin, 3 April 2017 16:09 Reporter : Fauzan Jamaludin
Sempat tepis kabar diakuisisi, akhirnya Kudo sah dimiliki Grab Ilustrasi Grab akuisisi Kudo. © LexOrbis/merdeka

Merdeka.com - Grab mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi Kudo, platform e-commerce online untuk offline (O2O) di Indonesia. Setelah proses akuisisi rampung, tim dan platform Kudo akan terintegrasi secara penuh ke dalam ekosistem pembayaran milik Grab, GrabPay.

Platform O2O Kudo ini dianggap unik karena memungkinkan konsumen Indonesia yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan untuk berbelanja online. Hal ini dilakukan dengan cara menghubungkan para konsumen dengan pedagang dan penyedia jasa online melalui jaringan agen Kudo yang jumlahnya lebih dari 400.000 agen terdaftar dan tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Sementara, keunggulan jangkauan GrabPay di kota-kota besar akan semakin diperkuat dengan jangkauan luas Kudo di kota-kota kecil di seluruh Indonesia.Grab berencana untuk mendukung dan meningkatkan ekspansi jaringan agen Kudo di seluruh Indonesia serta memanfaatkan jangkauan Kudo untuk meningkatkan jumlah penumpang,mitra pengemudi dan pengguna GrabPay di platform Grab. Grab dan Kudo juga berencana untuk untuk mengembangkan peluang dalam rangka meningkatkan layanan finansial yang ditawarkan Kudo, seperti layanan asuransi dan pinjaman bagi konsumen.

"Kudo telah merevolusi cara konsumen Indonesia membayar barang dan jasa dan kami menyambut baik kehadiran Kudo sebagai bagian dari keluarga Grab," kata Ming Maa, President of Grab dalam keterangan resminya kepada Merdeka.com, Senin (3/4).

"Penggabungan solusi inovatif serta jaringan agen Kudo dengan basis pengguna GrabPay yang besar akan mendukung misi kami untuk menghadirkan solusi pembayaran non-tunai yang nyaman serta membuka peluang baru dalam meningkatkan pembelanjaan online di Indonesia. Integrasi Kudo menandai langkah pertama pada master plan 'Grab 4 Indonesia' yang bertujuan untuk memberikan peluang migrasi ke ekonomi digital bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambah dia.

Sementara, Albert Lucius, CEO Kudo mengatakan jika Grab memiliki visi yang sama dengan pihaknya, yaitu menciptakan solusi pembayaran bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan agar mereka dapat menikmati layanan ecommerce.

“Kami bersemangat untuk memulai babak baru dalam perjalanan kami sebagai bagian dari tim Grab. Mengetahui bahwa GrabPay kini merupakan salah satu platform pembayaran yang paling banyak digunakan di Indonesia. Akuisisi ini menciptakan sinergi yang bersifat segera bagi bisnis kami. Sehingga kami tidak sabar untuk segera bekerja bersama dengan Grab dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi non-tunai bagi setiap lapisan masyarakat di Indonesia,” terang Albert.

Akuisisi ini merupakan investasi pertama dari master plan 'Grab 4 Indonesia' 2020 yang baru-baru ini diumumkan. Melalui master plan ini, Grab berkomitmen untuk menanamkan investasi sebesar 700 juta dollar AS untuk mengembangkan ekonomi digital di Indonesia melalui dukungan terhadap inovasi teknologi, 'technopreneurship' di bidang teknologi mobile dan keuangan, serta peningkatan akses masyarakat terhadap pembayaran mobile dan peluang pembiayaan.

Sebelumnya, co-founder dan COO, Agung Nugroho, pernah menepis rumor yang beredar jika Kudo diakuisisi oleh Grab. Kata dia, itu hanya sekadar gossip. Namun, ada kalanya gossip bisa jadi sesuatu kebenaran.

"Kita ga bisa komen untuk rumors in the market. Thanks," ujar Agung melalui pesan singkat. [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini