Selangkah Lagi Jaket Tembus Pandang Bakal Jadi Kenyataan, Mau Pesan?

Kamis, 6 Oktober 2022 11:45 Reporter : Fauzan Jamaludin
Selangkah Lagi Jaket Tembus Pandang Bakal Jadi Kenyataan, Mau Pesan? Selangkah Lagi Jaket Tembus Pandang Bakal Jadi Kenyataan, Mau Pesan?. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Anda masih ingat salah satu film James Bond saat tengah kejar-kejaran mobil? Ya, ia hanya dengan menekan tombol tertentu yang membuat Aston Martin yang dikendarai terlihat lenyap dari pandangan musuhnya. Kemudian adegan Harry Potter yang selamat dari bahaya gara-gara mengenakan jubah ajaibnya.

Adegan-adegan itu adalah fiksi. Bukan kenyataan. Manusia tengah berandai-andai dalam film itu jika dapat melakukan sesuatu di luar akal sehat. Namun, seiring berkembangnya zaman, kemungkinan itu bisa saja terjadi.

Para ilmuwan saat ini sedang melakukan pengembangan sains melalui jaket tembus pandang. Vollebak, sebuah brand yang gencar melakukan uji coba ini agar siapapun yang menggunakan jaket ini tidak akan terlihat. Hanya saja, agar sempurna para ilmuwan di Vollebak perlu waktu dua tahun lagi.

"Kami telah memikirkan tentang pakaian tembus pandang sejak kami memulai perusahaan ini. Kami keluar dengan beberapa klaim berani ketika pertama kali memulai bahwa akan membuat pakaian untuk masa depan. Dan banyak, banyak pelanggan telah usul kepada kami dan berkata, 'Bagaimana dengan jubah tembus pandang?" kata Steve Tidball, salah satu pendiri Vollebak, seperti dilaporkan Wired, Kamis (6/10).

Graphene, adalah bahan atau material dasar yang digunakan untuk pengembangan jaket tembus pandang ini. Bahan itu bersifat konduktif, transparan, dan fleksibel. Pengembangan ini, Vollebak tidak sendirian. Mereka menggandeng Manchester University.

Belum diketahui kapan Thermal Camouflage Jacket ini akan dijual di pasaran. Melalui website-nya, Vollebak mengatakan bahwa ini merupakan langkah pertama pemanfaatan teknologi, untuk mewujudkan sebuah ide pakaian tembus pandang.

"Jaket ini merupakan langkah pertama mewujudkan jubah tembus pandang, karena dalam inframerah, Anda dapat memprogram seluruh bagiannya untuk menghilang begitu saja," tim ilmuwan menjelaskan.

Jaket yang masih dikembangkan ini memiliki 42 patch graphene dan terbuat dari 100 lapisan graphene murni.Bahan ini bisa diprogram secara individual untuk menyesuaikan tingkat radiasi suhu, tanpa mengubah temperatur suhu jaket yang sebenarnya.

Ini dilakukan dengan cara menarik kabel emas dan tembaga ke setiap bahan yang mampu memiliki tegangan yang berbeda dari yang diaplikasikan.
Melalui website Vollebak, para ilmuwan menjelaskan bahwa tegangan yang diterima graphene tersebut, akan memaksa ion di antara lapisan bahan untuk menggunakan cairan ionik, lalu menggunakan lebih sedikit ion. Inilah yang membuat bahan memancarkan suhu lebih rendah.

"Jadi setidaknya secara teoritis, mengubah kerapatan muatan graphene akan mengubah warna yang kita lihat,” tulis mereka.

[faz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini