Sekarang Pengguna Facebook Bisa Mengontrol Data

Kamis, 22 Agustus 2019 09:00 Reporter : Merdeka
Sekarang Pengguna Facebook Bisa Mengontrol Data Ilustrasi Facebook. ©2013 Merdeka.com/sexyli.com

Merdeka.com - Berbagai situs web dan aplikasi bisa tetap gratis dan bebas diakses karena mendapatkan penghasilan dari pengiklanan berbasis daring. Untuk bisa menjaga ketertarikan pengunjung kepada produk-produk yang ditawarkan, situs web dan aplikasi biasa memberikan data aktivitas dan pencarian pengunjung kepada pengiklan. Pengiklan kemudian akan menayangkan suatu produk secara spesifik berdasarkan aktivitas pengguna.

"Bayangkan sebuah situs web penjualan pakaian ingin menayangkan iklan kepada orang-orang yang tertarik pada suatu desain sepatu terbaru. Mereka bisa mengitimkan informasi pada Facebook mengatakan seseorang yang sedang menggunakan suatu gawai tertentu telah melihat desain sepatu tersebut. Jika informasi gawainya sesuai dengan akun Facebook orang tersebut, Facebook akan menayangkan iklan seputar desain sepatu tersebut pada orang itu," tulis Direktur Privasi dan Regulasi Facebook Eric Egan dan Direktur Manajemen Produk Facebook David Baser, dilansir dari blog Facebook Newsroom, Rabu (21/8).

Karena setiap orang menggunakan lebih dari 80 aplikasi semasa hidupnya dan 40 setiap bulan, akan sulit bagi pengguna untuk mengetahui kemana dan apa saja data yang dibagikan. Menanggapi ini, Facebook berencana akan mengeluarkan fitur baru bernama Off-Facebook Activity (OFA).

OFA akan memperlihatkan pengguna segala situs web dan aplikasi yang mengirimkan data aktivitas pengguna kepada Facebook melalui alat bisnis daring Facebook seperti Facebook Pixel atau Facebook Login. Pengguna juga bisa memilih untuk menghapus data dari suatu situs web dan aplikasi tertentu atau seluruh data yang telah disimpan. Pengguna juga bisa menonaktifkan aliran data dari suatu tempat secara spesifik atau seluruhnya.

Penghapusan data melalui fitur ini dapat mengganggu penayangan iklan. Facebook tidak bisa lagi menayangkan iklan yang ditujukan spesifik kepada suatu pengguna karena Facebook tidak akan menggunakan data-data yang telah dikumpulkan. Hal ini akan berlaku juga di Instagram dan Messenger.

"Kami berekspektasi fitus ini dapat berdampak pada bisnis kami, tapi kami percaya memberikan pengguna kontrol akan data mereka lebih penting," tulis Eri dan David dalam blog.

Untuk sementara, fitur baru bisa dinikmati oleh pengguna Facebook di Irlandia, Korea Selatan, dan Spanyol tetapi Facebook berjanji akan membuat fitur ini tersedia di negara-negara lain dalam bulan-bulan berikutnya.

Reporter Magang:Joshua Michael [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Facebook
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini