Sejarah di balik peluncuran satelit pertama Indonesia

Selasa, 7 Juni 2016 11:59 Reporter : Indra Cahya
Sejarah di balik peluncuran satelit pertama Indonesia Ilustrasi Satelit Palapa A1. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Menengok ke belakang, sekitar 40 tahun yang lalu, tepatnya 8 Juli 1976, euforia peluncuran satelit telekomunikasi geostasioner milik Indonesia kali pertama diluncurkan begitu terasa. Satelit yang menjadi bukti lompatan teknologi luar biasa yang pernah dilakukan Indonesia ini, bernama Palapa.

Satelit yang juga berjuluk Palapa A1 ini merupakan proyek rintisan pemerintah Indonesia untuk menguatkan peta dunia komunikasi. Pada waktu itu, pemerintah memandang pentingnya sebaran komunikasi untuk melihat wilayah Indonesia yang sebagian besar berupa pulau-pulau.

Ilustrasi Satelit Palapa A1 kaskus.co.id

Hal yang mungkin jarang orang ingat, satelit bertipe HS-333 dan berbobot 574 kg itu justru berhasil mengorbit di atas Samudera Hindia di era Pemerintahan Orde Baru. Pemerintah waktu itu memesan dua satelit dari Boeing Satellite Systems, yang sebelumnya dikenal sebagai Hughes Space and Communication Inc.

Tidak tanggung-tanggung, teknologi yang digunakan diklaim yang paling maju kala itu. Sebab, secara keseluruhan teknologi yang digunakan Satelit Palapa juga diaplikasikan untuk satelit Anik danWestar. Bahkan, roket peluncur Satelit Palapa berjenis sama dengan yang meluncurkan kedua satelit milik Kanada dan Amerika Serikat tersebut, yaitu Delta 2914.

Ilustrasi Satelit Palapa A1 pustakadigitalindonesia.blogspot.com

Sepintas, bentuk Satelit Palapa generasi A terlihat seperti drum minyak dengan piringan di atasnya. Namun, daya jangkaunya dibuat Hughes mampu mencakup seluruh kawasan Indonesia. Bahkan, pancaran sinyalnya mampu menjangkau beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.

Hal yang perlu diketahui juga pengerjaan Satelit Palapa memegang rekor tercepat yang tercatat dalam sejarah pengerjaan satelit milik Boeing. Terhitung hanya kurun waktu 17 bulan, perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut mampu menyelesaikan pesanan Pemerintah Republik Indonesia.

Di sisi lain, bicara tentang nama satelit pertama Indonesia, ada satu sosok yang tidak dapat dipisahkan. Dialah Presiden Soeharto. Beliau memilih sendiri nama Palapa, karena terilhami kebesaran nusantara yang bermula dari Sumpah Palapa, ikrar bersejarah Mahapatih Gajah Mada.

Pemerintah berharap, dengan menggunakan nama Palapa kejayaan Indonesia dapat kembali terulang, seperti kejayaan Nusantara di era kerajaan Majapahit pada 1334. Dan, benar saja, pengamat teknologi, Ninok Leksono pun berujar, berkat Satelit Palapa inilah Indonesia dikenal sebagai negara ke-3 yang memiliki satelit pemancar domestik setelah Kanada dan Amerika.

Pada tahun 2016, bertepatan setelah 40 tahun berlalu sejak peluncuran satelit domestik pertama, Indonesia siap untuk kembali berbangga atas rencana peluncuran satelit komunikasi pertama di dunia yang dimiliki dan dioperasikan oleh bank. Satelit milik BRI yang selanjutnya dikenalkan dengan nama BRIsat. Satelit yang mengorbit pada slot 150.5 Bujur Timur ini akan diluncurkan pada 9 Juni 2016 di Pusat Antariksa Perancis, di Kourou, Guyana Perancis.

Ilustrasi Satelit Palapa A1 colostate.edu [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Satelit Indonesia
  2. Satelit BRI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini