Seekmi.com berambisi jadi 'Tokopedia' jasa layanan

Reporter : Fauzan Jamaludin | Jumat, 7 Agustus 2015 16:25
Seekmi.com berambisi jadi 'Tokopedia' jasa layanan
Nayoko Wicaksono, CEO Seekmi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Di era yang serba digital tak mustahil memicu terciptanya inovasi baru dari segi bisnis. Berbagai perusahaan baru tumbuh dan berkembang menawarkan jasa yang cukup unik. Misalnya saja seperti Gojek, biro jodoh Setipe.com, dan lain sebagainya.

Dari banyaknya startup yang muncul dan menjadi beken itu, mungkin ada juga yang belum tahu tentang Seekmi. Seekmi ini merupakan startup yang usianya belum ada setengah tahun dan masih belum dipublikasikan secara beta. Rencananya dalam waktu dekat akan merilis beta launch-nya. Namun, bisnis yang digawanginya cukup menarik.

Perusahaan yang dikomandi Nayoko Wicaksono ini merupakan sebuah marketplace yang memberikan layanan jasa profesional, seperti tukang kebun, tukang service AC, hingga arsitek. Tugas Seekmi hanyalah sebagai mediator antara vendor maupun pribadi profesional dengan pengguna.

Dirinya pun mengakui bahwa potensi bisnisnya ini sangat potensial mengingat banyaknya kebutuhan masyarakat akan layanan jasa yang ditawarkannya.

"Jadi, user itu bisa memilih jenis apa saja layanannya mulai dari tukang kebun, pembersih kecoa, maupun desain grafis," kata Nayoko kepada Merdeka.com, Jumat (7/8).

Dari layanan yang diberikan Seekmi, Dirinya tak membagi prosentase yang diterima oleh membernya, melainkan sudah ada harga fix yang dipakainya baik itu ke vendor maupun personal.

Saat ini Seekmi sudah memiliki ribuan vendor dan menargetkan puluhan ribu vendor setelah merilis versi betanya.

"Kita sudah ada tarif fixnya. Jadi jika user tak keberatan dengan harga vendor maupun personal, boleh menyetujui. Kita kayak 'Tokopedia' jasa layananlah," ujarnya.

Meski baru, Nayoko mengakui jika bisnis yang sedang dirintisnya ini sudah ada beberapa venture capital Indonesia yang tertarik untuk membenamkan investasi, namun dirinya menolak. Penolakannya itu lantaran belum terlihatnya performance dari Seekmi sendiri.

"Karena kita belum bisa menunjukkan performance, maka kita enggan untuk diinves dulu. Nanti saja kalau sudah ada bukti, baru bisa dibicarakan lagi," ujarnya.

Hanya saja kata dia, sejauh ini pihaknya sudah mendapatkan seed funding dari sebuah perusahaan teknologi di Silicon Valley, Amerika Serikat. Sayangnya, dia tak mau membuka berapa nominal angka dari seed funding yang didapatkannya.

Ke depan Nayoko berencana ingin mengembangkan Seekmi hingga ke penjuru Indonesia. "Kalau untuk saat ini, inginnya di daerah Jabodetabek dulu saja," tuturnya.

[dzm]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE