Saat komunitas otomotif melek bisnis online

Kamis, 28 Desember 2017 14:21 Reporter : Syakur Usman
Seminar Membangun Usaha Kecil melalui Bisnis Online. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Komunitas otomotif tak melulu mendiskusikan masalah otomotif. Terkadang perlu juga mendiskusikan hal lain di luar otomotif, seperti masalah pemanfaatan teknologi internet untuk berbisnis atau dagang online (e-commerce). Apalagi bisnis online di Tanah Air jadi tren sebagai pilihan berusaha yang murah dan mudah.

Seperti yang dilakukan oleh Masyarakat Peduli Keselamatan Berkendara Tangerang, saat menggelar seminar dengan tajuk "Membangun Usaha Kecil melalui Bisnis Online", di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten, akhir pekan lalu (23/12). Mendapat dukungan dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), seminar yang diikuti sekitar 50 anggota komunitas dan undangan ini menampilkan tiga pembicara, yakni Nico Reynaldi ST, MM (praktisi bisnis online); Alia Fathiyah, SSos (blogger); dan Jumadi Simangunsong SKom, MTi (CEO PT Karta Data Solusi).

Rangga Meiswar, Ketua Panitia, menjelaskan selain memberikan informasi mengenai keselamatan berkendara di wilayah Tangerang, komunitasnya juga ingin meningkatkan pengetahuan para anggotanya di bidang teknologi internet, khususnya dalam bisnis online.

"Seperti kita ketahui bersama, teknologi internet telah mempermudah kita untuk merintis usaha secara online. Seminar ini ingin membantu para anggota kami dan masyarakat di Tangerang pada umumnya yang berminat untuk membangun usaha secara mandiri lewat internet. Semoga acara ini makin meneguhkan niat para anggota kami yang ingin berbisinis online," ujar Rangga dalam keterangan pers pada Merdeka.com, Kamis (28/12).

Sebagai pembicara pertama, Nico Reynaldi, memaparkan secara lengkap dan teknis mengenai dagang online, yang bisa dilakukan dengan membangun situs dan aplikasi sendiri, atau bergabung dengan toko online yang eksisting seperti di Bukalapak, Tokopedia, Mataharimall, dan lain-lain. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dia juga memaparkan beberapa tools strategi marketing untuk bisnis online. Seperti affiliate marketing dan inbound marketing.

Yang juga ditekankan oleh Nico, founder WebieShop, adalah fokus pada usaha yang dirintis dan berani berinvestasi dengan cara memasang iklan digital seperti melalui Facebook atau Google.

"Biasanya bisnis online bisa gagal karena empat faktor, yakni tdak fokus alias semua barang dijual, hanya sebagai pekerjaan sampingan, tidak mau berinvestasi pada merek sendiri, dan tdak paham inbound marketing," ucap Nico menutup sesinya.

Blogger Alia Fathiyah yang memiliki blog www.aliaef.com lebih praktis mengupas pemanfaatan blog secara ekonomis. Selain untuk menyampaikan opini pribadi, kata dia, blog juga bisa memberikan manfaat ekonomis jika dikelola secara profesional. Dia mencontohkan satu blogger yang mendapatkan pendapatan Rp 10 juta per bulan karena blognya di-endorse oleh satu merek produsen perlengkapan balita.

"Membuat blog harus konsisten. Seperti menulis buku diary saja, kita harus konsisten menulis konten di blog. Karena itulah yang dicari merek atau pembaca. Mulai dari yang mudah saja, seperti tulisan saat touring ke tempat wisata atau saat mengonsumsi produk atau jasa yang kita beli. Maka itu konten menjadi sangat penting bagi blogger," ungkap Alia.

Tak lupa, dia juga memberikan tips agar blog kita dikenal pembaca serta mendapat menfaat ekonomi. Seperti bergabung dengan komunitas blogger, rutin menulis konten terbaru dan membagikannya di media sosial, melakukan blogwalking, dan ikut gathering/event.

"Dengan ikut komuntas blogger, kita berkesempatan mendapat endorsement dari merek jika blog kita aktif. Sementara dengan melakukan blogwalking, kita meninggatkan jejak digital blog kita di blog orang lain,sehingga kemungkinan besar blog kita dikunjungi orang lebih tinggi," ucapnya.

Pembicara terakhir, Jumadi Simangunsong menjelaskan memulai bisnis online via web. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain modal, produk, pasar yang disasar, strategi pemasaran, dan jenis e-commerce yang akan dibangun. Banyak tools di internet untuk memulai bisnis e-commerce, termasuk tools membuat situs e-commerce.

"Saran saya bagi yang baru mulai adalah belajar satu, lakukan satu. Atau belajar dua, lakukan satu. Maksudnya, Anda harus action, jangan melulu berkutat dengan teori. harus berani beraksi membuat bisnis online," pungkasnya.

Acara seminar semakin menarik, berkat kuis dari moderator Arief MS di setiap akhir paparan pembicara. Di pengujung seminar, para pembicara mendemokan materi yang sudah dipaparkan, seperti cara membuat situs e-commerce dan membuat blog. Para peserta juga semakin senang, selain membawa pulang pengetahuan, juga karena mendapat sertifikat usai mengikuti seminar sampai selesai. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. E Commerce
  3. Online Shop
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini