Riset Baru soal Gen Z di Indonesia dan Aplikasi Mobile

Selasa, 17 Desember 2019 07:00 Reporter : Syakur Usman
Riset Baru soal Gen Z di Indonesia dan Aplikasi Mobile Ilustrasi Smartphone. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - App Annie, pemimpin data pasar seluler dan analitik, merilis laporan tentang Generasi Z, demografi yang sekarang merupakan populasi terbesar di dunia. Generasi ini menganggap bahwa mobile harus didahulukan. Secara rata-rata, 98 persen dari generasi ini memiliki smartphone yang pertama pada usia 10 tahun.

Sebagai salah satu generasi termuda, generasi Z diperkirakan melampaui generasi milenial sebagai generasi terbesar pada akhir 2019, yang mencakup sekitar 32 persen dari populasi.

Cindy Deng, Managing Director App Annie untuk Asia Pasifik, mengatakan kami percaya 2020 akan menandai awal dari dekade mobile. Brand (merek) harus bertindak sekarang dan mempersiapkan perjalanan mobile mereka untuk menumbuhkan loyalitas merek dan memaksimalkan nilai profitabilitas pelanggan atau customer lifetime value (CLV).

Menurutnya, ada beberapa karakteristik perilaku Gen Z yang beda dari generasi sebelumnya. Antara lain generasi pertama yang 'tumbuh dan dibesarkan' dengan ponsel dan smartphone.
Kemudian 71 persen generasi ini percaya, jika brand harus dapat membantu mereka mencapai aspirasi/tujuan pribadi, akses yang sesuai dengan jadwal mereka.

Generasi ini tertarik dengan hiburan dan permainan dibanding Keuangan, lebih menghargai 'akses' dibandingkan 'kepemilikan', menyukai brand yang menawarkan 'status' dan 'afiliasi'.

Menurut Deng, meskipun ada banyak karakteristik perilaku yang mendefinisikan Gen Z, mereka bukanlah kelompok yang homogen, dan perilaku mobile mereka berbeda berdasarkan pasar.

Di pasar mobile-first yang mengedepankan mobile di Indonesia, kami menemukan ada peluang di banyak kategori untuk menggapai Gen Z, terutama di bidang keuangan dan belanja.

"Aplikasi dalam kategori yang sangat relevan dengan Gen Z, seperti game dan hiburan, dapat menjadi mitra yang sangat baik untuk meningkatkan jangkauan," ujar Deng dalam keterangan persnya, kemarin.

1 dari 2 halaman

Beberapa pandangan kunci Gen Z di Indonesia

mudah bikin gaming di rumah bebas lemot

shutterstock

1. Pengaruh Gen Z Indonesia semakin besar

Pertumbuhan pengguna aktif Gen Z meningkat lebih cepat daripada pengguna aktif yang lebih tua (25 tahun ke atas) di banyak pasar. Perbedaan terbesar terlihat di Indonesia, yang mana pengguna aktif Gen Z tumbuh 25 persen lebih cepat dari pengguna umur 25 tahun lebih. Ini menunjukkan tumbuhnya pengaruh dari Gen Z.

2. Perkembangan gaming lebih maju di mobile

Dengan 7,64 jam dihabiskan untuk bermain game per bulan, pengguna Gen Z Indonesia menempati peringkat 3 tertinggi setelah Jepang (14,76 jam per bulan) dan Korea Selatan (7,81 jam per bulan) di seluruh dunia.

3. Habiskan waktu lebih sedikit dan sesi lebih sedikit dalam Permainan

Gen Z menghabiskan lebih sedikit waktu dan melakukan sesi yang lebih sedikit dalam gaming daripada rekan-rekan milenial mereka. Secara khusus, Gen Z dari Indonesia menghabiskan waktu paling sedikit untuk aplikasi game, dengan rata-rata 52 sesi dibandingkan dengan 123 sesi gaming di Jepang (yang tertinggi).

2 dari 2 halaman

Beberapa aplikasi terbanyak digunakan Gen Z Indonesia

1. Aplikasi Sosial dan komunikasi

Menyinggung tentang aspek sosial dan komunikasi, HAGO - Play With New Friends, sebuah aplikasi social gaming dari China, adalah aplikasi yang paling banyak digunakan di kategori ini, kemudian diikuti oleh Pinterest dan UC Browser.

Aplikasi Messenger juga terus dominan digunakan oleh Gen Z Indonesia, antara lain Line, Messenger, dan WhatsApp.

2. Hiburan
Steam adalah sebuah layanan distribusi digital video game yang berperingkat tinggi di antara pengguna Gen Z Indonesia. Steam juga menempati peringkat kedua dalam kategori aplikasi hiburan untuk empat pasar lainnya yang diteliti oleh App Annie, termasuk Amerika Serikat, Australia, Brasil, dan Kanada.

Pengguna Gen Z di Indonesia juga menyukai konten film dan hiburan dengan Viu, drama dan variety show Korea, iflix, Netflix, dan HOOQ.

3. Gaming
Brawl Stars sangat populer di kalangan Gen Z di Indonesia dan juga di Perancis, Jerman, dan Korea Selatan. Brawl Stars adalah jawaban dari Supercell terhadap semakin populernya genre gaming Battle Royale. Bagian dari kesuksesan awalnya adalah karena brand equity Supercell di komunitas gaming.

4. Belanja
Di Asia Tenggara, lebih dari 90 persen pengguna mengakses internet terutama melalui perangkat seluler. Pada tahun lalu saja, mereka menghabiskan hampir 3 miliar jam di aplikasi belanja. Event penjualan melalui mobile, seperti kampanye sales musiman yang diadakan selama Ramadhan atau Singles Day 11 November telah membentuk kebiasaan belanja baru di Indonesia.

Tidak mengherankan aplikasi teratas untuk belanja bagi pengguna Gen Z di negara ini adalah Shopee 11.11 Big Sale. Akulaku, platform e-commerce yang menawarkan layanan online tanpa kartu kredit, berada di posisi kedua, sementara Lazada di peringkat ketiga.

5. Keuangan
Aplikasi keuangan lebih cenderung digunakan oleh generasi lebih tua, sedangkan Gen Z cenderung menggunakan kategori aplikasi seperti hiburan atau gaming. Saat Gen Z memasuki dunia kerja dan memulai melakukan transaksi perbankan dengan frekuensi yang semakin meningkat, aplikasi perbankan dan keuangan harus menawarkan pengalaman seluler yang mulus untuk menggaet basis konsumen yang berkembang ini.

Dalam hal aplikasi keuangan, gambarannya sangat berbeda dibandingkan dengan aplikasi gaming. Pada aplikasi keuangan, pemain lokal mengambil tempat teratas di kebanyakan pasar, seperti Afterpay di Australia, DANA di Indonesia, Venmo di AS, dan Toss di Korea Selatan.

[sya]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini