Rayakan Hari Jadi ke-539 Bogor, PANDI Gelar Simposium Digitalisasi Aksara Sunda

Jumat, 4 Juni 2021 19:30 Reporter : Syakur Usman
Rayakan Hari Jadi ke-539 Bogor, PANDI Gelar Simposium Digitalisasi Aksara Sunda PANDI gelar Simposium Digitalisasi Aksara Sunda 2021. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan menggelar Simposium Digitalisasi Aksara Sunda secara daring pada 7-8 Juni tahun ini. Acara ini bertepatan dengan momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539.

Dalam pelaksanaan acara ini, PANDI menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Komunitas Pegiat Aksara Sunda, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), dan pemangku kepentingan terkait, yang terbagi menjadi 3 rangkaian acara, yakni webinar, workshop, dan Focus Group Discussion (FGD).

Simposium tersebut merupakan rangkaian kegiatan dari program besar PANDI bertajuk Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN), yang mendapat dukungan UNESCO.

Dr Ming-Kuok LIM, Advisor for Communication and Information UNESCO, mengatakan keanekaragaman bahasa dalam konteks aksara merupakan bagian tak terpisahkan dari keanekaragaman budaya.

"Ini memungkinkan perempuan dan laki-laki untuk mengekspresikan emosi, niat, nilai-nilai, dan pemahaman dari berbagai latar belakang budaya, sosial, dan latar belakang profesional. Atas dasar ini, juga penting untuk dialog, rekonsiliasi, dan perdamaian," ujar Ming dalam keterangan pers, Jumat (4/6).

Namun, lanjut dia, UNESCO mencatat lebih setengah dari semua bahasa di seluruh dunia dalam bahaya dan berpotensi menghilang pada akhir abad ini. Oleh karena itu, UNESCO sangat terpacu dengan upaya PANDI dan mitra aksara untuk melestarikan dan mendigitalisasi aksara Sunda serta membuatnya tersedia secara luas.

Sementara Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, menambahkan masalah mendasar terkait aksara nusantara adalah bagaimana caranya aksara tersebut dapat digunakan sehari-hari oleh masyarakat dalam berkomunikasi.

"Kegiatan simposium perlu dilakukan untuk memasifkan kembali penggunaan aksara nusantara ke dalam platform digital, dalam konteks ini aksara Sunda, karena dari para penuturnya lah aksara nusantara bisa tetap eksis dan dinamis mengikuti perkembangan zaman. Melalui simposium inilah kita bisa berdiskusi mengupayakan langkah-langkah konstruktif untuk menyongsong digitalisasi aksara nusantara," pungkas Yudho. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini