Ramai-ramai HP China Mulai Kembangkan Android tanpa Google
Ini sebagai langkah antisipatif menghadapi kemungkinan tekanan baru dari pemerintah Amerika Serikat.
Sejumlah vendor smartphone Tiongkok dilaporkan tengah menyiapkan sistem operasi Android versi mereka sendiri tanpa dukungan Google, sebagai langkah antisipatif menghadapi kemungkinan tekanan baru dari pemerintah Amerika Serikat.
Mengutip GizChina, Rabu (7/5), informasi yang beredar menyebutkan bahwa Xiaomi, Oppo, vivo, dan OnePlus tengah menyusun strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap layanan Google, mengikuti jejak Huawei yang telah lebih dahulu membangun sistem mandirinya melalui HarmonyOS.
Langkah ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran atas potensi sanksi baru pasca terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS. Ancaman pembatasan serupa yang dialami Huawei pada 2019 dianggap menjadi preseden penting.
Kala itu, Huawei kehilangan akses ke layanan Google dan terpaksa membangun seluruh ekosistem digitalnya dari awal, termasuk AppGallery, Petal Maps, dan sistem kompilasi Ark Compiler.
Xiaomi disebut tengah mempersiapkan HyperOS 3 sebagai pondasi sistem alternatif, sementara Oppo dan vivo dikabarkan menjajaki interoperabilitas antarperangkat.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak vendor, namun narasumber internal yang dikutip sejumlah media Tiongkok menyebutkan bahwa “sistem Android bersih” tanpa komponen Google tengah dalam pengujian awal.
Huawei disebut juga berpotensi kembali terlibat, mengingat mereka memiliki teknologi dan ekosistem yang relatif matang. Namun, kemungkinan pembentukan aliansi antarvendor masih bersifat spekulatif.
“Ada kecenderungan menuju arsitektur sistem mandiri yang bisa digunakan lintas merek, namun belum tentu semua pihak sepakat pada satu standar,” ujar analis teknologi senior di Shenzhen yang tak mau disebutkan namanya.
Jika langkah ini diwujudkan, dampaknya akan signifikan, mengingat gabungan pangsa pasar vendor-vendor tersebut mencapai lebih dari dua pertiga di Tiongkok dan masuk lima besar dunia secara global.
Perubahan ini bisa membuka jalan bagi sistem mobile baru yang mandiri dari dominasi Barat, serta mengubah lanskap perangkat lunak ponsel pintar di pasar internasional.