Qualcomm menolak diakusisi, sebut teknologinya 'lebih berharga ketimbang uang'

Kamis, 16 November 2017 09:00 Reporter : Indra Cahya
Qualcomm menolak diakusisi, sebut teknologinya 'lebih berharga ketimbang uang' Logo Qualcomm. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan chip papan atas, Qualcomm, telah secara resmi menolak tawaran akuisisi perusahaan dari Broadcom.

Melansir Mashable, penawaran dari Broadcom untuk mengakuisisi Qualcomm sebesar 105 milyar dollar. Jika terwujud, angka yang sangat masif ini akan jadi angka akuisisi terbesar di dunia teknologi. Sayangnya, tidak.

Perusahaan chip yang berbasis di San Diego tersebut mengumumkan pada Senin (13/11) lalu, bahwa mereka menolak Broadcom yang ingin akuisisi plus membayarkan hutang Qualcomm yang jumlahnya mencapai 25 milyar dollar.

Alasannya? Secara sederhana, Qualcomm percaya kalau teknologinya lebih berharga dari uang.

Qualcomm sendiri dikenal menciptakan teknologi nirkabel seperti modem dan prosesor untuk smartphone papan atas, termasuk iPhone.

Menurut Qualcomm juga, Broadcom dianggap tidak melihat prospek pertumbuhan Qualcomm di masa depan dengan memasang angka akuisisi 'hanya' sebesar itu.

"Adalah sebuah keyakinan para dewan tinggi [Qualcomm] bahwa proposal Broadcom secara signifikan merendahkan nilai Qualcomm terhadap posisi Qualcomm [yang tinggi] di industri teknologi mobile, dan prospek pertumbuhan [Qualcomm] di masa depan," ungkap Paul Jacobs, pimpinan ekskutif Qualcomm.

Setelah kesepakatan tersebut, saham Qualcomm dan Broadcom justru naik ke angka 1,6 persen untuk Qualcomm, dan 0,4 persen untuk Broadcom. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Qualcomm
  2. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini