Profesi data scientist kini makin diburu perusahaan!

Selasa, 24 November 2015 08:47 Reporter : Fauzan Jamaludin
CEO Bukalapak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Industri e-commerce di Indonesia, kini sedang menjadi tren. Banyaknya pemain bermunculan baik dari nasional maupun asing turut meramaikan industri ini di tanah air. Ramai-ramai mencari peluang bisnis di pasar yang masih seksi.

Bahkan, saking 'ramenya', industri ini pun dikawal oleh pemerintah untuk lebih berkembang lagi. Maklum, potensi industri e-commerce negeri ini di tahun lalu mampu menembus angka USD 12 miliar.

Terlepas dari itu, e-commerce menawarkan banyak profesi yang bagus, terutama untuk anak-anak muda. Kalau lima tahun saat e-commerce masuk di Indonesia, menurut Founder sekaligus CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky, orang-orang hanya mengenal profesi developer software saja. Namun, dengan perkembangan zaman, tak hanya profesi developer software semata yang dipandang menjanjikan.

"Industri kita baru berumur 5 tahun, sekarang memang sedang happening. Banyak posisi bagus di industri ini. Kalau dulu orang tahunya developer doang, tapi sekarang data scientist. Data Scientist ini juga tak kalah hebat dengan developer. Mereka memiliki peran penting juga dalam hal mencari dan menerjemahkan data yang berguna untuk perusahaan," ujarnya saat acara Hypergrowth Through Data Science di kantornya, Jakarta, Senin (23/11).

Menurutnya, penggunaan data science sangat dibutuhkan oleh semua perusahaan tak hanya startup, melainkan perusahaan-perusahaan yang besar pun perlu memiliki data. Pasalnya, kata Dia, di Indonesia penggunaan data science ini masih kurang sehingga banyak masalah backend yang terkendala lantaran tidak memiliki data.

"Perlu dan penting banget. Di Indonesia, yang kurang kuat itu. Kenapa saya bilang, karena para startup di Amerika dan negara-negara lain memperhatikan hal itu, sehingga proses backend tak menjadi masalah. Mereka bener-bener hitung itu berdasarkan dengan data. Bahkan perusahaan gede pun harus menerapkan data. Karena data ini fakta. Dengan data kita juga bisa memecahkan masalah dengan benar," kata dia.

Diakuinya, tiap bulan dengan pemakaian data science ini berdampak pada pertumbuhan di Bukalapak.com sekitar 20 persen. Hal ini, karena semua persoalan bisa dicarikan jalan keluarnya jika ada data. [lar]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. E Commerce
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.