Popularitas smartwatch kini kalahkan mewahnya arloji Swiss

Selasa, 23 Februari 2016 07:16 Reporter : Indra Cahya
Popularitas smartwatch kini kalahkan mewahnya arloji Swiss Apple Watch. © apple.com

Merdeka.com - Banyak sekali hal yang perlahan mulai hilang tergerus teknologi. Bahkan sesuatu yang legendaris pun tak selalu bisa bertahan.

Salah satu contohnya adalah arloji dari Swiss yang sangat terkenal. Dilansir dari Cnet (18/2), kini mereka punya saingan baru yang lebih populer, yakni smartwatch.

Menurut sebuah lembaga riset pasar bernama Strategy Analytics, di tiga bulan terakhir 2015, jumlah pengiriman secara global dari smartwatch mengalahkan jumlah pengiriman dari arloji Swiss. Ini menandakan pertama kalinya sebuah aksesoris canggih mengalahkan mewah dan legendarisnya sebuah arloji Swiss. Menurut lembaga itu juga, Apple adalah perusahaan yang mendominasi pasar smartwatch saat ini, sekaligus yang membawa aksesoris canggih pada arus tren.

Ketika peminat smartwatch sedang tinggi-tingginya, justru peminat arloji Swiss makin menurun. Hal ini dikarenakan produsen arloji Swiss enggan untuk merangkul teknologi sebagai bagian dari produknya. Masyarakat pun lebih memilih arloji yang dapat melakukan panggilan, membalas email, bahkan memeriksa tekanan darah, ketimbang arloji yang hanya sekedar terlihat mewah.

Angka menyusutnya pengiriman smartwatch sebenarnya tidak seberapa signifikan, yakni di angka 5 persen. Namun di waktu yang sama, angka pengiriman smartwatch naik 316 persen. Hal ini menandakan lambatnya reaksi para produsen arloji Swiss terhadap dikembangkannya smartwatch.

Jalur yang berbeda diambil oleh perusahaan arloji legendaris, Tag Heuer. Pada November lalu, produsen asal Swiss tersebut merilis Connected Watch, sebuah smartwatch mewah yang menggunakan sistem Android Wear. Meski demikian, Connected Watch hanya tercatat digunakan oleh 1 persen pengguna smartwatch secara global. Sangat jauh dibanding Apple yang digunakan 63 persen, serta Samsung yang digunakan 16 persen.

Meski tak bisa dipungkiri bahwa smartwatch adalah produk papan atas dari teknologi aksesoris, bagaimanapun fitur dari sebuah smartwatch tidak akan sebaik gadget biasa. Masyarakat ternyata membeli smartwatch karena sisi estetika dan fashion, bukan teknologi. Tak cukup dengan fashion dan estetika, masyarakat juga menginginkan sedikit kecanggihan dibalik keindahan tersebut. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Smartwatch
  2. Apple Watch
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini