Ponsel Pejabat Pemerintah Kena Target Spyware, Bagaimana Cara Kerjanya?

Jumat, 30 September 2022 13:49 Reporter : Merdeka
Ponsel Pejabat Pemerintah Kena Target Spyware, Bagaimana Cara Kerjanya? ilustrasi hacker. ©2017 winpoin.com

Merdeka.com - Reuters melaporkan lebih dari belasan pejabat pemerintah Indonesia dan militer menjadi target serangan spyware buatan Israel tahun lalu. Mereka yang menerima surel dari Apple Inc pada November 2021 yang memberi tahu bahwa Apple meyakini sejumlah pejabat RI menjadi "target serangan pelaku yang didukung negara".

Apple dan ahli keamanan mengatakan serangan spyware itu menggunakan ForcedEntry, perangkat lunak canggih yang dipakai oleh vendor pemantau siber Israel NSO Group untuk membantu intelijen asing mengendalikan dan menguasai ponsel iPhone dari jarak jauh dan tidak terlihat.

Namun, NSO Group membantah tudingan tersebut. Di sisi lain, ada juga perusahaan siber Israel lainnya bernama QuaDream. Perusahaan ini juga mengembangkan perangkat peretas yang mirip.

Lantas, bagaimana kerja spyware itu?

Menurut Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Vaksincom, model kerjanya adalah ketika ForcedEntry masuk dalam sistem, mereka akan mengeksploitasi celah keamanan iOS. Celah keamanan ini akan didapatkan jika pengguna iPhone tak memperbaharui sistemnya.

"Jadi kalau ada yang menggunakan iOS yang tidak update atau tidak disiplin memperbaharui iOSnya, maka ia menjadi sasaran empuk ForcedEntry," ungkap Alfons kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Jumat (30/9).

Lebih canggihnya, melalui ForcedEntry penjahat siber tak perlu harus menipu korbannya untuk melakukan klik apapun. Dia akan dengan mudah bisa mendapatkan akses atas perangkat korban hanya menggunakan perangkat lunak itu.

"Penjahat siber hanya perlu mengetahui nomor telepon target dan mengetahui user Apple Idnya. Itu sudah cukup baginya untuk masuk mengeksploitasi celah keamanan. Serangan bisa dilakukan dari iMessage," kata dia.

Oleh sebab itu, jika pejabat pemerintah atau militer yang ditargetkan, tentu ini akan membahayakan. Sebab, keduanya merupakan pejabat strategis yang memiliki informasi-informasi yang berharga.

"Pejabat itu high profile target. Banyak informasi strategis ada di tangan mereka," ungkapnya.

[faz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini