Platform digital Indonesia@ccess target satu juta transaksi di 2017

Jumat, 14 Oktober 2016 11:45 Reporter : Syakur Usman
Platform digital Indonesia@ccess target satu juta transaksi di 2017 Indonesia at access. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Platform digital baru, Indonesia@ccess, menargetkan satu juta transaksi pada 2017. Indonesia@ccess dikembangkan oleh Valdo Investama, dengan cita-cita melakukan digitalisasi terhadap seluruh potensi ekonomi Indonesia yang besar.

Reza V Maspaitella, Presiden dan Chief Executive Officer PT Valdo Investama, menjelaskan satu juta transaksi itu datang dari marketplace yang berada di dalam platform terbaru ini. Seperti Trading@ccess, Travel@ccess, Money@ccess, Education@ccess, Financial@ccess, dan Technology@ccess. Rencananya, Indonesia@ccess akan di-launching pada Januari 2017.

Untuk mendorong terjadinya transaksi itu, pihaknya akan banyak bermitra dengan kelompok petani, nelayan, atau asosiasi petani/nelayan, usaha mikro, koperasi, dan lain-lain. Di sisi lain, Indonesia@ccess juga mencarikan pembeli atau buyers dari produk petani/nelayan/usaha mikro/koperasi yang sudah bermitra dengan Indonesia@ccess. Seperti asosiasi pedagang pasar.

"Kami juga akan mencari komunitas buyer di luar negeri untuk mendukung aktivitas perdagangan ekspor," ujar Reza saat memperkenalkan platform digital Indonesia@ccess di Jakarta, kemarin.

Dengan mendorong banyaknya transaksi di Indonesia @ccess, kata dia, ditargetkan pada satu tahun pertama platform digital ini sudah mencapai titik impas atau break even point (BEP) atau titik impas. artinya, Indonesia@ccess sudah mampu membiayai kegiatannya sendiri dari pendapatan yang didapatnya.

"Pendapatan Indonesia@ccess akan datang dari fee dari setiap transaksi atau fee based income," ucap dia.

Berbeda dari platfrom digital lainnya, Indonesia@ccess berkonsep pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang. Misalnya saat bermitra dengan usaha mikro atau koperasi, platform ini juga memberikan pelatihan dan pendampingan supaya usaha mikro atau koperasi mitranya semakin baik dan kuat. Misalnya pembekalan soal permodalan, pemasaran, keuangan, teknologi, dan lain-lain.

"Visi Indonesia@ccess adalah terciptanya kehidupan masyarakat yang modern (khususnya masyarakat pedesaan ataupun masyarakat urban menengah bawah) namun berakhlak, dan penuh keadilan, aman dan sejahtera menuju masyarakat madani Indonesia," pungkas Reza.

Saat ini nilai transaksi e-commerce Indonesia diprediksi mencapai USD 18 miliar, dan semakin meningkat menjadi USD 130 miliar pada 2020. Menurut Grey Group Indonesia, pertumbuhan industri e-commerce Indonesia di periode 2014-2015 mencapai 70 persen. Salah satu platform e-commerce Indonesia mengatakan bahwa mereka saat ini memiliki 1 juta merchant atau penjual dari seluruh Indonesia dengan total 16,5 jenis produk yang terjual setiap bulannya, sehingga omzetnya mencapai triliunan rupiah setiap bulan. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini