Petisi Online Perundungan Siswi SMP Pontianak Capai 2,5 Juta Tanda Tangan

Rabu, 10 April 2019 11:24 Reporter : Indra Cahya
Petisi Online Perundungan Siswi SMP Pontianak Capai 2,5 Juta Tanda Tangan Ilustrasi Bullying. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Media sosial kini sedang diramaikan dengan sebuah kasus pengeroyokan yang melibatkan sejumlah siswi SMA Negeri dan swasta di kota Pontianak, dengan korban seorang siswi SMP.

Sang korban yang, ABZ (15), mengalami sejumlah luka, mengalami beberapa kali muntah, dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Bersama informasi yang kini viral ini, terdapat sebuah petisi di Change.org untuk mendukung sang korban. Petisi ini ditujukan kepada KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) serta KPPAD (Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah) Kalimantan Barat.

Ketika berita ini diturunkan, petisi ini telah ditandatangani oleh lebih dari 2.500.000 orang. Secara live, jumlah penandatangannya bertambah dengan cepat di tiap detiknya, bersamaan dengan makin viralnya berita soal Justice for Audrey di media sosial maupun portal berita online.

Petisi ini dimulai oleh seorang pengguna bernama Fachira Anindy, dan ia juga menyertakan deretan kronologis pengeroyokan bersama petisinya.

"Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswa SMA di Pontianak. Berawal dari Masalah Asmara dan Celoteh di Facebook," tulis kalimat pertama dari ajakan menandatangani petisi tersebut.

Di salah satu isi dari petisi tersebut, terdapat juga motivasi dirinya membuat petisi ini, yakni untuk memberi keadilan kepada korban, alih-alih berdamai seperti yang diharapkan KPPAD.

"Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) berharap ini berakhir damai demi masa depan para pelaku. Kenapa korban kekerasan seperti ini harus damai?" ujar Fachira Anindy.

Jika Anda ingin berpartisipasi untuk menandatangani petisi ini, klik tautan ini ke petisi online tersebut di Change.org.

Kasus ini pertama kali ramai dibicarakan setelah dicuitkan oleh sebuah akun Twitter atas nama @syarifahmelinda, sementara @zianafazura adalah salah satu yang mencetuskan tagar yang bersentimen meminta keadilan untuk korban sehingga akhirnya viral.

Diduga, pengeroyokan ABZ ini terjadi karena permasalahan teman pria. Pengeroyokan ini disebut terjadi pada 29 Maret silam karena saling sindir di WhatsApp terkait dengan hubungan asmara salah satu pelaku berinisial DA. DA diketahui merupakan pacar dari mantan kekasih kakak perempuan korban. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Media Sosial
  2. Bullying
  3. Petisi Online
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini