Perlukah BRI memiliki satelit sendiri?

Kamis, 23 Juni 2016 13:45 Reporter : Fauzan Jamaludin
Perlukah BRI memiliki satelit sendiri? Satelit BRIsat. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - BRIsat merupakan satelit yang dimiliki Bank BRI yang berhasil diluncurkan pada Minggu (19/06) dari Kuorou, Guyana Perancis. Dengan peluncuran satelit itu, membawa nama Bank BRI menjadi satu-satunya bank di dunia yang memiliki satelit. Namun, di sela-sela gegap gempita itu, muncul sebuah pertanyaan, perlukah bank memiliki satelit sendiri?

Pengamat telekomunikasi dari ICT Institute, Heru Sutadi, mengatakan, Bank BRI sebagai bank yang memiliki cabang di seluruh Indonesia, sudah dipastikan membutuhkan alat untuk melakukan komunikasi. Sebab, untuk atm mereka pun menggunakan jaringan VSAT ke satelit.

"Yang mungkin jadi pertanyaan apakah perlu memiliki satelit? Ya, dengan menyewa atau membeli atau memiliki satelit sendiri, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan," ujar Heru saat dihubungi melalui pesan singkat Kamis (23/06).

Dikatakannya, dengan memiliki satelit sendiri, semua kebutuhan transponder dapat dipenuhi dari satelit sendiri. Bahkan, bisa saja berlebih.

"Hanya memang dengan memiliki sendiri berarti ada biaya membeli yang lumayan mahal, biaya maintenance dan penyiapan sumber daya manusia yang mumpuni," terangnya.

Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, mengakui setiap tahun pengeluaran rutin BRI untuk komunikasi mencapai Rp 500 miliar. Jika punya satelit sendiri, biaya sewa bisa dipangkas. Hasilnya, dapat diperoleh penghematan sebesar 50 persen, atau BRI hanya perlu mengeluarkan biaya operasional untuk komunikasi sebesar Rp 250 miliar. BRIsat, sendiri menelan investasi Rp 3,375 triliun.

Satelit tersebut nantinya, akan berada di slot orbit 150,5 derajat bujur timur (BT). Slot orbit yang dimiliki BRI saat ini, awalnya digunakan oleh satelit Palapa C2 milik Indosat. BRISat akan menggunakan dua frekuensi yaitu C band dan KU band. C band akan digunakan untuk transaksi keuangan dan KU Band untuk komunikasi non keuangan. C band menggunakan frekuensi gelombang rendah sehingga tahan cuaca, sedangkan untuk KU band menggunakan gelombang tinggi sehingga mempunyai power yang kuat. Satelit ini akan mampu bertahan hingga 17 tahun lamanya. [idc]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini